Balap . 19/08/2026, 19:13 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Rangkaian enam non skor dalam delapan balapan menjadi bukti bahwa kecepatan saja tidak cukup.
Bezzecchi memiliki kemampuan untuk mencatat lap cepat dan bersaing di posisi depan. Namun, ketika kemampuan tersebut disertai dorongan berlebihan untuk mempertahankan atau meningkatkan posisi, risiko kesalahan juga meningkat.
Dalam balapan MotoGP, perbedaan antara mempertahankan posisi dan kehilangan kendali bisa terjadi hanya dalam hitungan sepersekian detik.
Karena itu, pengelolaan risiko menjadi bagian penting dari performa seorang pembalap.
Dalam olahraga berperforma tinggi, konsep tersebut juga dikenal dalam psikologi olahraga. Atlet membutuhkan keseimbangan antara dorongan untuk tampil maksimal dan kemampuan mengendalikan emosi ketika berada dalam situasi bertekanan tinggi.
Tekanan untuk selalu menang dapat membuat atlet mengambil keputusan yang lebih agresif dibandingkan kondisi normal.
Bagi Bezzecchi, Aprilia kini ingin mengubah pola tersebut.
Perubahan pendekatan tersebut terlihat ketika MotoGP kembali digelar setelah jeda pertengahan musim.
Silverstone menjadi salah satu akhir pekan terbaik Bezzecchi setelah kemenangan kandangnya di Mugello pada Mei.
Ia mampu finis ketiga pada kedua balapan. Hasil tersebut semakin mengesankan karena Bezzecchi masih membawa masalah cedera pada lutut dan tulang selangka setelah mengalami insiden di Sachsenring.
Dua podium tersebut menunjukkan bahwa Bezzecchi tidak membutuhkan kemenangan untuk membuktikan bahwa dirinya kembali kompetitif.
Justru dengan tampil lebih tenang dan menghindari kesalahan, ia mampu mengamankan jumlah poin yang penting bagi klasemen kejuaraan.
Hasil Silverstone juga membuat Bezzecchi naik ke posisi kedua klasemen pembalap, berada di belakang rekan setimnya, Jorge Martin.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media