Enam Kali Gagal Cetak Poin, Aprilia Ubah Pendekatan Marco Bezzecchi
Marco Bezzecchi kembali menunjukkan performa positif setelah melewati periode sulit pada paruh pertama MotoGP 2026. Aprilia ternyata tidak hanya melakukan
Bezzecchi dinilai tidak perlu membuktikan kecepatan pada setiap lap. Jika motor memiliki keunggulan, ia cukup mempertahankan posisi dan mengelola balapan sampai kesempatan yang tepat datang.
Hasilnya Langsung Terlihat di Silverstone
Perubahan pendekatan tersebut langsung mendapatkan hasil positif di Silverstone.
Bezzecchi berhasil finis di posisi ketiga dalam Sprint dan balapan utama. Hasil tersebut menjadi kebangkitan penting setelah periode buruk yang membuatnya kehilangan banyak poin.
Yang menarik, Bezzecchi tetap mampu tampil kompetitif meski masih membawa masalah cedera dari Sachsenring. Ia tidak perlu memaksakan diri untuk mendapatkan kemenangan dan justru mampu mengamankan dua podium.
Hasil itu juga mengangkat Bezzecchi ke posisi kedua klasemen sementara MotoGP, hanya berada di belakang rekan setimnya, Jorge Martin. Jelang seri Aragon, jaraknya dengan Martin tercatat 31 poin.
Bagi Aprilia, situasi tersebut menjadi bukti bahwa pendekatan baru mereka mulai bekerja.
Baca Juga
Bezzecchi Diminta Menjaga Energi
Bonora menilai Bezzecchi sebenarnya tidak berubah sebagai pembalap. Kecepatan dan kemampuan untuk bersaing di posisi depan masih sama seperti ketika dirinya tampil kuat di Mugello.
Yang harus diperbaiki adalah cara mengelola energi dan tekanan sepanjang balapan.
Dalam MotoGP, kecepatan satu lap tidak selalu menentukan hasil akhir. Pembalap harus mampu membaca situasi, mengatur penggunaan ban, menjaga konsentrasi, serta menentukan kapan harus menyerang dan kapan harus mempertahankan posisi.
Kesalahan kecil ketika terlalu memaksakan diri dapat membuat pembalap kehilangan seluruh poin dalam satu balapan. Karena itu, bagi Bezzecchi, konsistensi kini menjadi sama pentingnya dengan kecepatan.
Baca Juga
Persaingan Gelar Masih Terbuka
Kebangkitan di Silverstone membuat peluang Bezzecchi dalam perebutan gelar MotoGP kembali terbuka.
Posisi kedua klasemen menunjukkan bahwa periode buruk sebelumnya belum sepenuhnya menghancurkan peluangnya. Namun, jarak 31 poin dari Martin membuat Bezzecchi harus menjaga konsistensi pada seri-seri berikutnya.