Balap . 01/09/2026, 16:11 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Lewis Hamilton menilai Ferrari telah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang paruh pertama Formula 1 2026. Meski demikian, pembalap asal Inggris tersebut melihat masih ada satu aspek penting yang harus diperbaiki jika Ferrari ingin semakin mendekati Mercedes dalam persaingan kejuaraan.
Menurut Hamilton, persoalan Ferrari saat ini bukan semata-mata mengenai seberapa cepat mobil dapat dikembangkan. Scuderia juga perlu memastikan seluruh potensi yang tersedia dapat dimaksimalkan ketika menjalani akhir pekan balapan.
Ferrari memang berhasil memperkecil jarak dengan Mercedes sepanjang paruh pertama musim. Tim asal Maranello tersebut bahkan mulai muncul sebagai salah satu penantang utama Mercedes dalam persaingan kejuaraan.
Namun, beberapa kesempatan yang tidak dimanfaatkan secara maksimal membuat Ferrari kehilangan potensi untuk memangkas jarak lebih banyak.
Hamilton mengakui atmosfer di dalam Ferrari saat ini cukup positif. Kepercayaan terhadap kemampuan tim terus tumbuh seiring dengan perkembangan performa mobil.
"Saya pikir semua orang benar-benar bersemangat, semua orang benar-benar fokus di dalam tim," kata Hamilton.
"Ada banyak kepercayaan di dalam tim, dan itu benar-benar luar biasa untuk dilihat. Kami terus menambah performa dan mendorong mobil untuk maju, jadi sebenarnya tidak banyak lagi yang bisa saya minta dari tim."
Namun, Hamilton kemudian menyoroti satu aspek yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian lebih besar pada paruh kedua musim.
"Saya rasa saya tidak bisa meminta lebih banyak lagi dari tim, kecuali kami harus memasuki paruh kedua musim dan mencoba melakukan eksekusi dengan lebih baik," ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Ferrari dinilai telah memiliki fondasi teknis yang semakin kompetitif. Tantangan berikutnya adalah mengubah potensi tersebut menjadi hasil maksimal di lintasan.
Dalam Formula 1 modern, kecepatan mobil memang hanya menjadi salah satu bagian dari keberhasilan. Strategi pit stop, penggunaan ban, komunikasi dengan pembalap, keputusan team order, hingga pemilihan waktu untuk mengambil keputusan dapat menentukan hasil akhir.
Kesalahan kecil dapat memberikan konsekuensi besar ketika jarak performa antara beberapa tim papan atas sangat tipis.
Masalah eksekusi kembali menjadi perhatian ketika Ferrari tampil di Grand Prix Belanda di Zandvoort. Tim tersebut mendapat sorotan terkait keterlambatan dalam menerapkan team order.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media