Balap

Hamilton Ungkap Kunci Ferrari Memangkas Jarak dari Mercedes

Lewis Hamilton menilai Ferrari telah menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang paruh pertama Formula 1 2026. Meski demikian, pembalap asal Inggris tersebut

Hamilton Ungkap Kunci Ferrari Memangkas Jarak dari Mercedes
Lewis Hamilton, Image: @lewishamilton / Instagram

Situasi seperti ini dapat menjadi semakin penting ketika Ferrari sedang berusaha mengejar Mercedes. Setiap poin yang gagal diamankan dapat berpengaruh terhadap posisi di klasemen ketika musim memasuki fase penentuan.

Hamilton sendiri turun ke posisi ketiga klasemen setelah balapan di Zandvoort. Ia memiliki jumlah poin yang sama dengan mantan rekan setimnya di Mercedes, George Russell, tetapi berada di belakang berdasarkan perhitungan jumlah kemenangan.

Sementara itu, Kimi Antonelli berada 59 poin di depan Hamilton.

Kondisi tersebut membuat Ferrari tidak hanya membutuhkan peningkatan performa mobil. Tim juga harus mampu menjalani setiap akhir pekan dengan lebih konsisten agar peluang mendapatkan poin besar tidak terbuang.

Secara teknis, konsep ini dikenal sebagai operational execution. Tim Formula 1 harus menggabungkan data telemetri, simulasi strategi, prediksi degradasi ban, kondisi lintasan, hingga posisi kompetitor untuk menghasilkan keputusan dalam waktu sangat singkat.

Karena selisih waktu antarmobil dapat berada pada kisaran sepersekian detik, keputusan yang terlambat beberapa detik saja terkadang dapat mengubah posisi seorang pembalap.

Ferrari Masih Harus Mengembangkan Mobil

Hamilton juga menegaskan bahwa pekerjaan pada mobil Ferrari belum selesai. Walaupun perkembangan sepanjang musim telah memberikan hasil positif, masih terdapat sejumlah area yang perlu ditingkatkan.

"Kami masih harus terus membuat kemajuan pada mobil kami," kata Hamilton.

"Kami jelas memiliki banyak area yang perlu diperbaiki, tetapi kami telah berkembang sangat jauh dan saya sangat bangga dengan langkah yang telah kami ambil menjelang musim ini dan sepanjang musim."

Hamilton menganggap tantangan tersebut bukan hanya dialami Ferrari. Regulasi baru membuat seluruh tim harus menjalani proses pengembangan yang kompleks dan kesalahan menjadi sesuatu yang sulit dihindari.

"Saya pikir ini menjadi tantangan besar bagi setiap tim. Setiap tim melakukan kesalahan, tentu saja, dengan regulasi baru. Kami hanya harus terus mengejar," katanya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan dua fokus utama Ferrari. Pengembangan teknis harus terus berjalan, sementara eksekusi pada akhir pekan balapan perlu menjadi semakin efektif.

McLaren Ikut Memberikan Tekanan

Upaya Ferrari untuk mendekati Mercedes juga semakin rumit karena kebangkitan McLaren.

Berita Terkait