Bola

Pep Guardiola Hardik Tijjani Reijnders Depan Skuad Man City: Kamu Mau Seperti AC Milan

Dokumenter A Beautiful Obsession ungkap momen Pep Guardiola hardik Tijjani Reijnders di ruang ganti Man City. Simak kisah lengkapnya di sini.

Pep Guardiola Hardik Tijjani Reijnders Depan Skuad Man City: Kamu Mau Seperti AC Milan
Pep Guardiola Hardik Tijjani Reijnders Depan Skuad Man City: Kamu Mau Seperti AC Milan

fin.co.id - Dokumenter terbaru berjudul A Beautiful Obsession mengungkap momen menarik di balik layar musim terakhir Pep Guardiola bersama Manchester City. Juru taktik asal Spanyol itu melontarkan kritik tajam kepada gelandang Tijjani Reijnders di hadapan seluruh pemain dalam sebuah sesi team talk yang panas.

Cuplikan tersebut menyoroti musim lalu, yang menjadi tahun kesepuluh sekaligus perpisahan Guardiola di Manchester City. Dalam ruang ganti, ia menuntut para pemainnya bangkit dari keterpurukan usai menjalani musim yang mengecewakan.

"Pertanyaan besar untuk semua pemain Manchester City yang juga ada di sini musim lalu adalah: apakah kalian ingin menjalani musim seperti itu lagi? Apakah kalian ingin percaya pada musim yang kami alami saat itu?" ujar Guardiola membuka kemarahannya.

Guardiola kemudian mengarahkan pandangannya langsung kepada Reijnders, pemain yang direkrut dari AC Milan pada musim panas 2025.

"Apakah kamu ingin menjalani musim seperti itu lagi, seperti musim terakhirmu di AC Milan sialan itu, ketika kalian gagal lolos ke Eropa? Apakah kamu mau itu? Apakah kamu mau mengalaminya lagi?" hardik Guardiola kepada gelandang Timnas Belanda tersebut di depan rekan-rekan setimnya. "Ingatkan dirimu sendiri apakah kamu ingin menjalani musim kami yang lalu lagi."

Pelatih berusia kepala plontos itu menutup pidatonya dengan nada tegas. "Kalau kalian tidak menginginkan itu, maka kalian harus bertindak. Kalau tidak, kalian tidak akan menang, teman-temanku," serunya.

Insiden tersebut bukan satu-satunya momen emosional antara Guardiola dan Reijnders sepanjang musim lalu. Usai kemenangan tipis 2-1 atas Southampton di ajang Piala FA pada April, Guardiola tertangkap kamera berlari menghampiri Reijnders yang baru saja diganti, lalu memeluknya dengan penuh antusias.

Saat itu, Reijnders memilih bungkam kepada Sky Sports mengenai isi percakapan mereka. Namun, Guardiola secara terbuka membeberkan kepada BBC bahwa ia melontarkan pujian sekaligus candaan keras. "Saya bilang bahwa saya ingin membunuhnya, karena dia bermain sangat baik. Tijjani juga pemain yang belakangan ini tidak banyak bermain, tetapi dia menampilkan performa luar biasa," jelas Guardiola.

Kini, kebersamaan keduanya di Etihad Stadium telah berakhir. Guardiola resmi meninggalkan Manchester City pada musim panas lalu setelah mempersembahkan 20 trofi utama dalam sepuluh tahun, sementara Reijnders memilih hijrah ke Liga Pro Saudi untuk memperkuat Al-Qadsiah pada 19 Agustus dengan nilai transfer mencapai 61 juta euro.

Berita Terkait