Balap

Lap Terakhir George Russell Kacau, Toto Wolff Salahkan Verstappen

George Russell gagal merebut pole position F1 GP Italia 2026 setelah lap terakhirnya pada sesi Q3 terganggu oleh situasi yang melibatkan Max Verstappen. Bos

Lap Terakhir George Russell Kacau, Toto Wolff Salahkan Verstappen
Max Verstappen, Image @maxverstappen1 Instagram

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Verstappen kemungkinan sedang berusaha menjaga posisi agar tidak menjadi pembalap pertama yang membuka jalan pada putaran cepat. Di Monza, para pembalap kerap melambat saat mempersiapkan lap karena ingin memperoleh slipstream dari mobil lain.

Taktik seperti itu dapat menciptakan kemacetan pada bagian akhir lintasan. Setiap pembalap berusaha menemukan jarak ideal, sementara mereka juga harus memastikan melewati garis sebelum waktu sesi berakhir.

Russell tidak secara langsung menuduh Verstappen melakukan pelanggaran. Ia juga mengakui keputusan untuk tetap berada dekat di belakang pembalap Red Bull tersebut tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Pierre Gasly Manfaatkan Kecepatan Alpine

Di tengah persaingan Mercedes dan Red Bull, Gasly justru menghasilkan kejutan terbesar. Pembalap asal Prancis itu berhasil membawa Alpine ke posisi terdepan melalui putaran cepat pada detik-detik terakhir kualifikasi.

Wolff mengakui kecepatan Alpine tidak dapat diremehkan. Menurut dia, mobil tersebut memiliki kecepatan tinggi di lintasan lurus karena tim mengurangi hambatan aerodinamikanya.

"Anda selalu harus menganggap serius semua orang. Mereka memiliki kecepatan lintasan lurus yang sangat tinggi," kata Wolff.

"Mereka telah mengurangi banyak hambatan dan dalam satu putaran, itulah yang terbukti diperlukan. Namun, balapan merupakan permainan yang benar-benar berbeda. Jadi, kita lihat saja nanti."

Konfigurasi hambatan rendah memang sangat penting di Monza. Sirkuit ini memiliki sejumlah lintasan lurus panjang dan hanya sedikit tikungan berkecepatan rendah. Tim biasanya menggunakan sayap dengan tingkat tekanan ke bawah yang lebih kecil agar mobil dapat mencapai kecepatan maksimum lebih tinggi.

Akan tetapi, setelan yang efektif dalam satu putaran belum tentu memberikan hasil serupa dalam balapan. Manajemen ban, kestabilan ketika mengikuti mobil lain, konsumsi energi, dan kemampuan mempertahankan posisi akan menjadi faktor penting.

Russell Berpeluang Pangkas Selisih Poin

Meskipun gagal merebut pole, Russell tetap memiliki peluang besar dalam balapan. Ia akan memulai dari posisi kedua dan berada di barisan terdepan bersama Gasly.

Kesempatan tersebut menjadi semakin penting karena rekan setim sekaligus rivalnya dalam perebutan gelar, Andrea Kimi Antonelli, harus memulai balapan dari posisi belakang akibat penalti mesin.

Russell tertinggal 59 poin dari Antonelli dalam klasemen pembalap. Balapan di Monza bisa menjadi kesempatan baginya untuk memangkas jarak tersebut secara signifikan.

Wolff tidak menutup kemungkinan Mercedes menggunakan strategi berbeda untuk membantu Antonelli naik posisi. Namun, ia menganggap peluang pembalap Italia itu mencapai podium sangat kecil karena persaingan di kelompok tengah sangat ketat.

Berita Terkait