Bola . 07/09/2026, 14:12 WIB

Kontroversi Arsenal vs Chelsea: Alasan Gabriel Magalhaes Lolos dari Kartu Merah Usai Tendang Kepala Emi Martinez

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id -  Kenapa bek Arsenal, Gabriel Magalhaes lolos dari kartu merah meski ketahuan menendang kepala kiper Chelsea, Emiliano Martinez dalam pertandingan pekan ke-3 Liga Inggris musim 2026-2027.

Arsenal sukses membungkam Chelsea dengan skor tipis 2-1 dalam laga lanjutan Liga Inggris di Emirates Stadium pada Minggu 6 September 2026 malam WIB. Tim tamu sempat unggul lebih dulu lewat aksi Morgan Rogers, sebelum The Gunners membalas melalui gol Kai Havertz dan Martin Odegaard.

Namun, duel panas tersebut menyisakan kontroversi besar terkait insiden yang melibatkan bek Arsenal, Gabriel Magalhaes. Pemain asal Brasil itu lolos dari hukuman kartu merah meskipun tertangkap kamera menendang kepala kiper Chelsea, Emiliano Martinez.

Insiden bermula ketika Arsenal melancarkan serangan melalui skema tendangan sudut. Pasukan Mikel Arteta mengerahkan banyak pemain ke dalam kotak penalti demi menyambut umpan lambung Martin Odegaard.

Emiliano Martinez berinisiatif menerjang bola liar di tengah kemelut depan gawang untuk mengamankan area pertahanan. Kiper asal Argentina itu berhasil menguasai bola sambil menjatuhkan diri di atas rumput.

Gabriel turut merangsek ke dalam kerumunan pemain dalam perebutan bola tersebut. Bek tengah andalan Arsenal itu tiba-tiba mengayunkan kaki kirinya hingga mengenai bagian kepala Emiliano Martinez.

Ayunan kaki Gabriel membuat Emiliano Martinez tersungkur kesakitan sambil memegangi kepalanya. Wasit langsung menghentikan pertandingan sejenak untuk memberikan kesempatan tim medis merawat sang penjaga gawang.

Tim Video Assistant Referee (VAR) meninjau ulang insiden berbahaya tersebut secara cermat. Hasil tinjauan VAR menyimpulkan bahwa kontak fisik yang terjadi berlangsung secara tidak sengaja, sehingga wasit memutuskan untuk tidak memberikan sanksi kartu kepada Gabriel.

Keputusan pengawas pertandingan merujuk langsung pada Aturan 12 Law of the Game mengenai pelanggaran dan perilaku tidak sportif. Regulasi tersebut mendefinisikan tindakan kekerasan hanya ketika seorang pemain menggunakan tenaga berlebihan terhadap lawan di luar situasi perebutan bola.

Perangkat pertandingan menilai Gabriel murni berniat merebut bola di tengah kemelut padat di depan gawang. Alasan tersebut membuat kontak fisik yang ia lakukan tidak memenuhi unsur pelanggaran berat menurut aturan yang berlaku.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com