Balap

Pasca Operasi, Kekuatan Lengan Kanan Marc Marquez Tinggal 50 Persen

Marc Marquez masih harus menghadapi dampak serius dari cedera lengan kanan yang dialaminya setelah kecelakaan di MotoGP Indonesia musim lalu. Dokter yang

Pasca Operasi, Kekuatan Lengan Kanan Marc Marquez Tinggal 50 Persen
Kondisi Marq Marquez, Image: @marcmarquez93 / Instagram

fin.co.id - Marc Marquez masih harus menghadapi dampak serius dari cedera lengan kanan yang dialaminya setelah kecelakaan di MotoGP Indonesia musim lalu. Dokter yang menangani sang juara dunia MotoGP tujuh kali itu, Samuel Antuna, mengungkapkan bahwa kekuatan lengan kanan Marquez kini hanya berada di kisaran 50 persen dari kapasitas normalnya.

Kondisi tersebut memperlihatkan betapa panjangnya perjuangan fisik yang harus dijalani pembalap Ducati itu. Meski mampu kembali memenangi empat grand prix sejak menjalani operasi pada Mei 2026, lengan kanan Marquez belum dapat bekerja sekuat lengan kirinya.

Cedera di Indonesia Mengubah Kondisi Marc Marquez

Masalah besar Marquez bermula ketika ia mengalami kecelakaan di MotoGP Indonesia akibat tabrakan dengan Marco Bezzecchi. Insiden itu membuatnya menderita patah tulang bahu yang rumit di bagian kanan.

Menurut Antuna, kondisi Marquez sebelum kecelakaan tersebut jauh lebih baik. Ia masih dapat mengendarai motor tanpa keluhan rasa sakit maupun hambatan berarti pada lengan kanannya. Namun, kecelakaan di Indonesia disebut menjadi titik yang mengubah semuanya.

“Namun, sebelum kecelakaan di Indonesia, kondisinya baik. Ia bisa membalap, tidak merasa sakit, dan tidak mengeluhkan apa pun. Insiden itu mengubah segalanya,” ujar Antuna kepada El Periodico, seperti dikutip Crash.net.

Cedera itu bukan hanya mengganggu bahu. Sejumlah otot penting pada lengan dan bagian atas tubuh Marquez ikut terdampak akibat trauma serta rangkaian operasi yang telah dijalaninya sepanjang karier.

Kekuatan Bisep Marc Marquez Menurun Drastis

Antuna menjelaskan bahwa masalah paling besar terdapat pada kekuatan otot bisep lengan kanan Marquez. Otot ini memiliki peran penting dalam menekuk siku, menopang beban, serta membantu pengendalian motor saat pembalap melakukan pengereman keras dan perubahan arah cepat.

“Lengan itu sangat terbatas dari sisi kekuatan, terutama pada bisep. Saya akan mengatakan kekuatannya berada di sekitar 50 persen dari kapasitasnya,” kata Antuna.

Selain bisep, sejumlah otot lain juga mengalami perubahan akibat operasi berulang. Antuna menyebut otot trisep, latissimus dorsi, teres major, dan pectoralis major turut terdampak. Otot-otot tersebut mengalami atrofi ringan dan perubahan struktur, sehingga performa lengan kanan Marquez tidak lagi sama seperti sebelumnya.

Atrofi otot merupakan kondisi ketika ukuran atau massa otot berkurang. Dalam kasus atlet, kondisi ini dapat muncul setelah cedera serius, pembatasan gerak dalam waktu lama, gangguan saraf, maupun proses pemulihan pascaoperasi. Penurunan massa dan kekuatan otot dapat memengaruhi daya tahan fisik, stabilitas sendi, serta kemampuan menghasilkan tenaga secara berulang.

Bagi pembalap MotoGP, kondisi ini sangat krusial. Mengendarai motor prototype membutuhkan kekuatan besar pada lengan, bahu, punggung, dan dada. Saat melakukan pengereman dari kecepatan tinggi, tubuh pembalap harus menahan gaya yang besar sambil menjaga arah motor tetap presisi.

Gangguan Saraf Sempat Mengganggu Musim 2026

Pada awal MotoGP 2026, Marquez juga menghadapi masalah saraf yang dipicu material penyangga atau metalwork yang bergesekan saat ia mengendarai motor. Gangguan tersebut membuatnya sempat kehilangan sensasi pada lengannya secara mendadak.

Berita Terkait