Balap . 14/09/2026, 14:09 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Aprilia menjadi ancaman utama Ducati dalam klasemen pembalap maupun konstruktor. Bezzecchi dan Martin telah membuktikan bahwa motor RS-GP mampu bersaing untuk podium dan kemenangan, khususnya di lintasan tertentu.
Ducati memang kini juga memimpin klasemen konstruktor dengan selisih dua poin atas Aprilia. Namun, selisih tersebut masih sangat tipis. Artinya, setiap finis dan hasil Sprint akan memiliki nilai penting dalam pertarungan antarpabrikan.
Tardozzi juga menilai pengalaman Marc Marquez menjadi salah satu kekuatan besar Ducati. Pembalap berusia 33 tahun itu telah melewati berbagai situasi sulit dalam perebutan gelar juara dunia dan memahami cara menjaga ritme sepanjang musim.
Ducati menaruh kepercayaan besar kepada Marquez, tetapi tetap menyadari bahwa tekanan akan terus datang dari Aprilia. Perebutan gelar MotoGP 2026 pun diperkirakan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan satu motor, melainkan oleh konsistensi, kemampuan menghindari kesalahan, dan kesiapan menghadapi lintasan yang berbeda.
Marc Marquez memang telah mencapai puncak klasemen MotoGP 2026 setelah kebangkitannya dari defisit 102 poin. Namun, Ducati memilih bersikap realistis karena Aprilia masih memiliki dua pembalap kuat dan motor yang kompetitif di banyak sirkuit. Dengan delapan seri tersisa, persaingan gelar dipastikan masih terbuka dan akan menguji konsistensi seluruh kandidat hingga akhir musim.
Referensi
Lewis Duncan, “There are no favourites” - Ducati plays down Marc Marquez’s MotoGP points lead, Crash.net
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media