Balap

Diggia Kesulitan Jinakkan Ducati di MotoGP Austria gara-gara Masalah Grip

Fabio Di Giannantonio menghadapi persoalan yang tidak biasa sepanjang akhir pekan MotoGP Austria 2026. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing tersebut

Diggia Kesulitan Jinakkan Ducati di MotoGP Austria gara-gara Masalah Grip
Diggia, Image: @fabiodiggia49 / Instagram

fin.co.id - Fabio Di Giannantonio menghadapi persoalan yang tidak biasa sepanjang akhir pekan MotoGP Austria 2026. Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing tersebut kesulitan mendapatkan grip belakang yang dibutuhkan untuk memaksimalkan performa Ducati di Red Bull Ring.

Masalah tersebut terlihat jelas dalam Sprint MotoGP Austria. Diggia, sapaan Di Giannantonio, gagal bersaing di barisan depan dan akhirnya hanya menyelesaikan balapan di posisi ke-10.

Hasil itu membuatnya gagal membawa pulang poin dari Sprint. Namun, persoalan yang lebih mengganggu bagi Diggia bukan sekadar posisi finis, melainkan karakter motor yang terasa berbeda dibandingkan sejumlah seri sebelumnya.

Diggia Merasa Kehilangan Grip Belakang

Selepas Sprint, Di Giannantonio mengakui bahwa akhir pekan di Red Bull Ring terasa aneh. Sepanjang sesi, ia kesulitan menemukan grip pada roda belakang.

"Ini cukup aneh pada akhir pekan ini," kata Di Giannantonio.

"Saya ingin terus bersikap positif dan tetap fokus, tentu saja, tetapi kenyataannya kami sangat kesulitan dengan grip belakang sepanjang akhir pekan."

Masalah grip membuat Diggia kesulitan membangun koneksi yang baik antara bukaan gas dan respons roda belakang. Kondisi tersebut sangat penting, terutama di Red Bull Ring yang memiliki sejumlah zona akselerasi keras.

Ketika pembalap membuka gas saat keluar tikungan, ban belakang harus mampu menyalurkan tenaga mesin ke permukaan lintasan secara efektif. Jika grip tidak mencukupi, roda dapat lebih mudah mengalami spin dan akselerasi menjadi kurang optimal.

Diggia mengaku kesulitan mengetahui seberapa besar grip yang tersedia ketika mencoba berakselerasi.

"Saya benar-benar kesulitan mendapatkan koneksi dengan throttle, benar-benar kesulitan memahami di mana grip berada untuk mendapatkan akselerasi yang bagus. Ini aneh," ujarnya.

Situasi yang Tidak Biasa bagi Diggia

Menariknya, masalah tersebut justru dianggap tidak biasa oleh Di Giannantonio. Ia menyebut dirinya biasanya termasuk pembalap yang masih mampu menemukan grip ketika pembalap lain mulai mengeluhkan kondisi lintasan.

Situasi berbeda terjadi di Austria.

"Ketika semua orang mengeluhkan grip, biasanya saya orang yang mengatakan masih ada lebih banyak grip di lintasan," kata Diggia.

Berita Terkait