Sportainment . 27/09/2026, 13:22 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Rizki Juniansyah dipastikan absen membela Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pengadilan Arbitrase Olahraga atau Court of Arbitration for Sport (CAS) menolak permohonan pencabutan penangguhan sementara yang diajukan terkait kasus dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan atau whereabouts.
Keputusan tersebut membuat rencana tampilnya Rizki di Asian Games 2026 harus berakhir. Padahal, lifter andalan Indonesia itu sebelumnya disiapkan untuk turun di nomor 85 kilogram putra.
PABSI, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), dan Rizki Juniansyah menyampaikan keputusan tersebut melalui pernyataan bersama pada Minggu, 27 September 2026. Mereka menyayangkan absennya Rizki di Nagoya, terlebih statusnya sebagai juara bertahan Olimpiade dan Dunia.
"Kami menyayangkan bahwa Rizki, yang merupakan juara bertahan Olimpiade dan Dunia, tidak dapat mewakili Indonesia di Nagoya, dan kami menyampaikan terima kasih kepada tim, federasi, serta masyarakat Indonesia atas dukungan yang diberikan," demikian pernyataan bersama tersebut.
Penangguhan yang membuat Rizki harus absen dari Asian Games 2026 berkaitan dengan proses perkara mengenai dugaan pelanggaran kewajiban keberadaan atau whereabouts.
Dalam aturan antidoping, kewajiban keberadaan berkaitan dengan ketersediaan atlet untuk menjalani pemeriksaan doping di luar kompetisi.
Namun, PABSI, KOI, dan Rizki menegaskan bahwa penangguhan sementara tersebut bukan berarti Rizki telah terbukti melakukan pelanggaran aturan antidoping.
Proses pemeriksaan terhadap pokok perkara bahkan baru akan dimulai.
Dengan kata lain, keputusan penangguhan sementara yang membuat Rizki tidak bisa tampil di Nagoya tidak sama dengan keputusan akhir mengenai perkara yang sedang dihadapinya.
"Kasus ini tidak berkaitan dengan zat terlarang apa pun," demikian pernyataan bersama PABSI, KOI, dan Rizki.
Rizki Juniansyah membantah tuduhan yang muncul dalam perkara tersebut. Ia juga akan melanjutkan proses pembelaan kasusnya di hadapan CAS dengan dukungan penuh dari PABSI dan KOI.
Pernyataan bersama tersebut juga menyebutkan bahwa Rizki tidak pernah mendapatkan hasil tes doping positif sepanjang kariernya.
Bahkan, pemeriksaan doping terakhir yang dijalani Rizki pada Agustus 2026 juga menghasilkan hasil yang tidak menunjukkan adanya zat terlarang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media