Balap . 08/10/2026, 14:01 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Francesco Bagnaia mendukung perubahan format akhir pekan MotoGP yang akan diterapkan mulai musim 2027. Namun, pembalap yang akan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan Aprilia tersebut meminta agar sesi warm-up Minggu tetap dipertahankan.
Bagnaia menjadi salah satu dari hanya empat pembalap yang menghadiri pertemuan Safety Commission di Motegi, Jepang, ketika perubahan format MotoGP dibahas. Menurutnya, para pembalap yang hadir memahami alasan di balik perubahan tersebut dan secara umum menyepakatinya.
Satu-satunya permintaan utama Bagnaia adalah mengembalikan sesi warm-up pada Minggu pagi.
MotoGP akan melakukan perubahan besar pada format akhir pekan mulai 2027, bersamaan dengan hadirnya regulasi teknis baru, termasuk mesin 850cc dan ban Pirelli.
Salah satu perubahan yang disambut Bagnaia adalah pemisahan grid start Sprint dan Grand Prix. Selama ini, hasil kualifikasi menentukan posisi start untuk Sprint sekaligus Grand Prix, sehingga posisi grid pada kedua balapan masih saling berkaitan.
Mulai 2027, MotoGP akan menggunakan sesi Sprint qualifying tersendiri pada Jumat sore. Sementara itu, kualifikasi pada Sabtu akan menentukan grid untuk balapan utama pada Minggu.
Bagnaia sebelumnya bahkan pernah mengusulkan agar catatan waktu dari Sprint digunakan untuk menentukan grid Grand Prix. Namun, MotoGP akhirnya memilih sistem yang berbeda.
Meski demikian, Bagnaia menilai keputusan untuk menggunakan dua grid terpisah merupakan sebuah kemajuan.
"Saya menyukainya. Menurut saya ini bagus," kata Bagnaia.
Ia menilai pembalap memang sudah lama menginginkan adanya dua grid berbeda untuk Sprint dan Grand Prix.
Pembahasan mengenai format baru tersebut berlangsung dalam Safety Commission di Motegi. Bagnaia mengungkapkan bahwa hanya empat pembalap yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Menurutnya, jumlah tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan karena keterlibatan pembalap dalam pertemuan semacam itu memang biasanya terbatas.
"Kami berbicara. Semua pembalap yang berada di Safety Commission di Jepang, kami berempat," ujar Bagnaia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media