Balap . 08/10/2026, 13:43 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Pedro Acosta mengkritik format baru MotoGP yang akan diterapkan mulai musim 2027. Pembalap KTM tersebut menilai penambahan Sprint Qualifying dan berkurangnya waktu latihan justru meningkatkan tekanan serta risiko cedera bagi para pembalap.
Perubahan itu menjadi bagian dari upaya MotoGP menyusun ulang format akhir pekan balapan. Namun, Acosta mempertanyakan apakah penambahan sesi berisiko merupakan arah yang tepat, terutama ketika Sprint sudah digelar di seluruh seri dalam kalender.
Mulai 2027, MotoGP akan menggunakan sesi kualifikasi khusus untuk menentukan posisi start Sprint. Sesi tersebut akan berlangsung pada Jumat dan menggantikan sebagian waktu yang sebelumnya tersedia untuk latihan.
Sementara itu, kualifikasi pada Sabtu akan digunakan untuk menentukan posisi start Grand Prix utama. Seluruh pembalap akan mengikuti Q1, kemudian 12 pembalap tercepat melaju ke Q2.
Perubahan ini membuat akhir pekan MotoGP memiliki lebih banyak sesi yang menuntut pembalap tampil cepat dalam waktu singkat.
Acosta menilai persoalannya bukan semata-mata format baru tersebut, melainkan akumulasi risiko yang harus dihadapi pembalap sepanjang musim.
Menurut Acosta, pembalap MotoGP sudah menghadapi banyak situasi yang mengharuskan mereka mengambil risiko maksimal.
Dalam satu akhir pekan, pembalap harus menghadapi berbagai sesi penting, mulai dari practice, qualifying, Sprint hingga balapan utama. Dengan Sprint yang berlangsung di setiap seri, jumlah kesempatan bagi pembalap untuk mengambil risiko juga semakin banyak.
"Kami sudah memiliki banyak sesi di mana kami harus mengambil risiko, seperti practice, qualifying, Sprint, dan balapan utama," kata Acosta.
Ia kemudian mempertanyakan penambahan Sprint Qualifying pada Jumat.
Bagi Acosta, format tersebut berarti pembalap harus kembali mengambil risiko dalam sesi tambahan, sementara kalender MotoGP sendiri sudah memiliki 22 seri dengan Sprint di setiap akhir pekan.
Pembalap asal Spanyol itu bahkan menilai hampir tidak mungkin menjalani satu musim penuh dengan intensitas seperti itu tanpa mengalami cedera.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media