Pedro Acosta Kritik Format MotoGP 2027: Terlalu Berisiko
Pedro Acosta mengkritik format baru MotoGP yang akan diterapkan mulai musim 2027. Pembalap KTM tersebut menilai penambahan Sprint Qualifying dan
Dengan pendekatan tersebut, pembalap masih memiliki waktu untuk bekerja pada motor sebelum harus melakukan time attack.
Acosta mengatakan sesi practice memberikan kesempatan kepada pembalap untuk memahami kondisi motor dan mencari solusi terhadap masalah yang muncul.
Menurutnya, arah perubahan format seharusnya adalah mengurangi sesi berisiko, bukan menambahnya.
"Kami seharusnya mulai berpikir untuk menghilangkan sesi berisiko dan bukan menambahnya," kata Acosta.
Acosta Ingin Jumlah Sprint Dikurangi
Acosta juga memiliki solusi lain untuk mengurangi beban pembalap, yakni memangkas jumlah Sprint dalam satu musim.
MotoGP pertama kali memperkenalkan Sprint pada 2023. Sejak itu, balapan pendek tersebut menjadi bagian rutin dalam akhir pekan MotoGP.
Baca Juga
Namun, Acosta merasa tidak semua sirkuit menghasilkan Sprint yang menarik.
Ia mencontohkan Sachsenring, yang menurutnya memiliki karakteristik sirkuit yang membuat aksi salip-menyalip relatif sulit. Kondisi tersebut dapat membuat Sprint kehilangan sebagian daya tariknya.
Karena itu, Acosta menilai sekitar setengah dari jumlah Sprint saat ini sudah cukup.
"Setengahnya menurut saya merupakan jumlah yang bagus," ujarnya.
Baca Juga
Menurut Acosta, MotoGP juga sudah memiliki cukup banyak data setelah beberapa musim menggunakan Sprint untuk menentukan seri mana yang mampu menghadirkan balapan pendek yang menarik.
Karier Pembalap Bisa Menjadi Lebih Pendek
Kekhawatiran Acosta pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan satu musim atau satu format akhir pekan.
Ia melihat akumulasi risiko sebagai sesuatu yang dapat berdampak terhadap umur karier pembalap MotoGP.