Balap . 08/10/2026, 15:02 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
Terlepas dari perubahan besar di tubuh Red Bull, Verstappen telah memastikan masa depannya bersama tim tersebut. Ia menandatangani kontrak baru yang membuatnya tetap menjadi bagian Red Bull hingga akhir musim 2030.
Komitmen tersebut sekaligus mempertegas bahwa Verstappen tidak sedang mencari jalan keluar meskipun Red Bull memasuki periode perubahan.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan membalap untuk Ferrari, Verstappen memberikan jawaban yang konsisten dengan pendekatannya selama berada di F1.
"Saya hanya ingin menang," katanya.
Verstappen mengaku sangat menghormati nama besar Ferrari. Namun, reputasi sebuah tim bukan alasan yang cukup baginya untuk pindah jika peluang meraih kemenangan justru lebih kecil.
"Saya bukan tipe orang yang bernostalgia. Apakah saya sangat menghormati merek Ferrari? Tentu. Tetapi jika itu berarti Anda kemudian berkomitmen dan membalap untuk posisi kelima atau keenam, apa gunanya?" ujarnya.
Verstappen juga menegaskan bahwa dirinya masih memiliki alasan kuat untuk bertahan di Red Bull. Ia tidak hanya melihat tim tersebut dari pencapaian masa lalu, tetapi juga tertarik dengan tantangan untuk membangun kembali kekuatan tim.
"Saya sangat berorientasi pada performa dan saya sudah memenangkan banyak hal bersama tim ini. Ini adalah keluarga kedua di Red Bull dan tantangan untuk membangun kembali tim adalah sesuatu yang mendorong saya," kata Verstappen.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kepemimpinan tidak serta-merta mengubah hubungan Verstappen dengan Red Bull. Setelah era Horner berakhir, pembalap berusia 28 tahun itu justru menggambarkan lingkungan kerja yang lebih tenang sebagai sesuatu yang positif.
Kepergian Christian Horner mengakhiri salah satu era terpanjang dalam sejarah Red Bull di Formula 1. Di bawah Horner, Verstappen berkembang menjadi juara dunia empat kali, tetapi kini ia mengatakan bahwa suasana tanpa ketegangan berlebihan membuat kehidupan di dalam tim terasa lebih ringan.
Bagi Verstappen, faktor utama tetap sama: performa dan peluang untuk menang. Ia memilih bertahan di Red Bull hingga 2030 karena melihat tantangan membangun kembali tim sebagai motivasi, sekaligus menegaskan bahwa ketenangan internal menjadi salah satu perubahan yang ia nikmati setelah kepergian Horner.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media