Verstappen Buka-bukaan soal Red Bull setelah Kepergian Horner
Max Verstappen mengungkap perubahan suasana di internal Red Bull setelah Christian Horner meninggalkan posisi sebagai team principal dan CEO. Pembalap asal
fin.co.id - Max Verstappen mengungkap perubahan suasana di internal Red Bull setelah Christian Horner meninggalkan posisi sebagai team principal dan CEO. Pembalap asal Belanda itu mengaku kondisi di tim kini terasa lebih tenang dan tidak terlalu penuh tekanan.
Horner mengakhiri masa kerja selama 20 tahun bersama Red Bull setelah diberhentikan menyusul Grand Prix Inggris 2025. Di bawah kepemimpinannya, Verstappen meraih empat gelar juara dunia F1, tetapi sang pembalap mengaku lebih menyukai suasana Red Bull yang sekarang.
Verstappen Sebut Red Bull Kini Lebih Tenang
Verstappen mengatakan dirinya tidak menyukai situasi ketika terjadi ketegangan terus-menerus di antara orang-orang dalam sebuah tim. Menurutnya, hubungan yang lebih harmonis justru membuat lingkungan kerja menjadi lebih baik.
"Saya suka melihat orang-orang bisa bekerja sama. Tidak menyenangkan ketika terus-menerus ada ketegangan di antara orang-orang," kata Verstappen seperti dikutip Crash.net dari Press Association.
Verstappen mengakui bahwa konflik dan ketegangan mungkin menarik perhatian publik karena membuat persaingan di F1 terasa lebih dramatis. Namun, dari sudut pandang pembalap, kondisi tersebut justru menambah tekanan yang sebenarnya tidak diperlukan.
"Memang dari luar orang-orang menyukainya, tetapi menurut saya lebih baik ketika hubungan antartim berjalan bersahabat," ujarnya.
Baca Juga
Ia bahkan mengakui bahwa suasana Red Bull saat ini terasa lebih nyaman baginya.
"Memang tidak terlalu panas, tetapi saya cukup menyukai bagaimana semuanya berjalan sekarang dengan perilaku semua orang," kata Verstappen.
"Ini lebih sedikit stres. Kita semua menjalani kehidupan yang penuh tekanan dan ketika Anda bisa mengurangi sedikit tekanan pada waktu tertentu, itu bagus."
Verstappen Tak Terlalu Peduli soal Masa Depan Horner
Komentar Verstappen muncul ketika nama Horner kembali menjadi pembicaraan di paddock F1. Mantan bos Red Bull tersebut sebelumnya mengatakan bahwa Ferrari akan menjadi pekerjaan impian jika dirinya kembali ke Formula 1.
Baca Juga
Verstappen tidak menampik bahwa Horner telah memberikan kontribusi besar kepada Red Bull. Namun, ia menegaskan bahwa ke mana Horner akan melanjutkan karier bukan lagi menjadi urusannya.
"Dia sudah menunjukkan bahwa dia melakukan pekerjaan dengan baik. Tentu saja, banyak rumor yang beredar dan saya tidak tahu seberapa banyak yang benar," ujar Verstappen.
"Saya tidak ingin terdengar kasar, tetapi itu juga bukan masalah atau perhatian saya. Dia ingin kembali dan jika ada kesempatan yang bagus, saya yakin dia akan melakukannya, tetapi saya tidak tahu di mana."