Balap . 21/10/2026, 15:36 WIB

Alasan Alex Marquez Kesulitan Mengulangi Performa Gemilang MotoGP 2025

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Alex Marquez belum mampu mengulangi performa gemilangnya pada MotoGP 2025 ketika memasuki musim 2026. Meski mendapatkan motor Ducati dengan spesifikasi pabrikan, pembalap Gresini Racing tersebut menghadapi sejumlah kendala, mulai dari cedera bahu kanan, kesulitan menemukan performa terbaik motor, hingga kesalahan saat balapan.

Situasi ini membuat perjalanan Alex Marquez pada MotoGP 2026 berjalan lebih sulit dibandingkan musim sebelumnya. Padahal, ia sempat menunjukkan kecepatan yang mampu menempatkannya sebagai salah satu penantang kuat di barisan depan sebelum mengalami kecelakaan serius di Catalunya.

Cedera Bahu Mengganggu Performa Alex Marquez

Salah satu faktor utama yang memengaruhi performa Alex Marquez adalah cedera tulang selangka yang dialaminya dalam kecelakaan di Grand Prix Catalunya pada Mei 2026. Insiden tersebut terjadi ketika ia terlibat kecelakaan dengan Pedro Acosta, yang motornya mengalami masalah teknis sehingga melambat secara tiba-tiba.

Alex Marquez tidak memiliki cukup waktu untuk menghindari situasi tersebut. Ia terlempar dari lintasan dengan kecepatan tinggi dan mengalami benturan keras yang menyebabkan tulang selangkanya patah.

Akibat cedera itu, Alex harus melewatkan beberapa balapan. Ia absen di Mugello dan Balaton Park, kemudian sempat mengalami kendala ketika mencoba kembali berkompetisi di Brno. Ia baru dapat kembali mengikuti balapan utama pada Grand Prix Belanda.

Namun, kembali ke lintasan tidak berarti kondisinya langsung pulih sepenuhnya. Bahu kanannya masih bermasalah, sementara mengendarai motor MotoGP membutuhkan kekuatan fisik, ketahanan, dan kemampuan mengendalikan motor secara presisi dalam berbagai situasi.

Manajer tim Gresini Racing, Michele Masini, menegaskan bahwa kecepatan Alex Marquez sebenarnya tidak hilang. Menurutnya, cedera tersebut menjadi salah satu faktor yang menghalangi pembalap asal Spanyol itu untuk kembali mencapai performa terbaik.

Masini menilai seorang pembalap harus berada dalam kondisi fisik yang optimal untuk memaksimalkan kemampuan motor MotoGP. Bahkan, ketika kondisi fisik belum sepenuhnya pulih, kekurangan kecil dapat berdampak pada hasil balapan.

Alex sendiri mengakui masih merasakan dampak cedera tersebut. Jadwal balapan yang padat, perjalanan panjang, dan waktu pemulihan yang terbatas membuatnya semakin kesulitan menjaga kondisi bahunya.

Ducati GP26 Sempat Tidak Cocok dengan Gaya Balapnya

Selain cedera, Alex Marquez juga menghadapi persoalan dalam menemukan pengaturan motor yang sesuai pada awal musim 2026. Ducati GP26 yang digunakannya tidak langsung memberikan rasa percaya diri dan respons yang dibutuhkan untuk tampil maksimal.

Kondisi ini membuat Alex kesulitan memanfaatkan seluruh potensi motor. Pada tiga seri pembuka di luar Eropa, ia hanya mengumpulkan 28 poin, hasil yang jauh dari harapan setelah penampilan konsistennya sepanjang musim 2025.

Persaingan juga semakin berat karena Aprilia mampu menunjukkan keunggulan di sejumlah balapan. Situasi tersebut membuat para pembalap Ducati harus bekerja lebih keras untuk mengejar performa rival mereka.

Meski demikian, Alex dan Gresini akhirnya menemukan arah pengembangan yang lebih tepat ketika kejuaraan kembali berlangsung di Eropa. Ia tampil kompetitif di Jerez dan berhasil mengakhiri rentetan kemenangan Aprilia melalui penampilan dominan.

Performa tersebut sempat memberikan harapan bahwa Alex dapat kembali bersaing di barisan depan. Ia juga memenangi sprint race Barcelona dan berpeluang memperebutkan kemenangan pada balapan utama sebelum kecelakaan dengan Acosta mengubah jalannya musim.

Perkembangan itu menunjukkan bahwa persoalan Alex bukan semata-mata mengenai kecepatan motor atau kemampuannya sebagai pembalap. Kombinasi adaptasi teknis, kondisi fisik, dan konsistensi menjadi tantangan yang harus diatasi.

Kesalahan Balap Membuat Hasil Tidak Konsisten

Masalah fisik bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi perjalanan Alex Marquez. Setelah kembali dari cedera, ia juga melakukan sejumlah kesalahan yang tidak biasa terjadi ketika sedang berada dalam performa terbaiknya.

Pada Grand Prix Jerman, Alex terjatuh ketika menempati posisi kedua di belakang Marc Marquez. Ia mengakui terlalu percaya diri dalam situasi tersebut. Kesalahan serupa kembali terjadi di Silverstone, ketika ia sebenarnya menjadi pembalap Ducati tercepat, tetapi kehilangan peluang meraih podium akibat kesalahannya sendiri.

Kesulitan juga terlihat pada Grand Prix Jepang di Motegi. Alex melakukan kesalahan saat mengganti gigi dalam dua kesempatan. Ia menaikkan gigi ketika seharusnya menurunkan gigi untuk memasuki tikungan.

Kesalahan seperti itu dapat berdampak besar dalam balapan MotoGP, ketika pembalap harus mengatur pengereman, perpindahan gigi, akselerasi, dan posisi motor dengan tingkat presisi tinggi. Kehilangan sedikit kendali atau melakukan kesalahan pada momen penting dapat membuat peluang meraih hasil bagus menghilang.

Masini menilai kemampuan untuk bangkit setelah mengalami kemunduran merupakan bagian penting dari perjalanan seorang pembalap. Menurutnya, pembalap dan tim harus mampu mengevaluasi kesalahan, mengatur ulang pendekatan, dan kembali fokus menghadapi balapan berikutnya.

Bagi Alex, tantangannya menjadi lebih berat karena ia harus melakukan semua itu ketika kondisi fisiknya belum pulih sepenuhnya. Jadwal balapan yang padat pada paruh kedua musim juga mengurangi waktu yang tersedia untuk pemulihan.

Persaingan dengan Marc Marquez Semakin Berat

Perbedaan performa Alex Marquez dan Marc Marquez juga menjadi gambaran tantangan yang dihadapi pembalap Gresini tersebut pada musim 2026.

Marc mampu mengumpulkan banyak poin pada paruh kedua kejuaraan, sedangkan hasil Alex masih mengalami naik turun. Sejak kompetisi kembali berlangsung di Silverstone setelah jeda musim panas, Marc mengumpulkan 163 poin, sementara Alex meraih 85 poin dalam periode yang sama.

Perbedaan tersebut memperlihatkan betapa sulitnya Alex mempertahankan konsistensi seperti musim sebelumnya. Meski menjadi salah satu pembalap Ducati dengan perolehan poin tertinggi setelah Marc dalam periode tersebut, jarak performa keduanya tetap cukup besar.

Hingga menjelang lima seri terakhir MotoGP 2026, Alex berada di posisi kedelapan klasemen dengan 172 poin. Jumlah itu kurang dari separuh perolehan poin Marc, yang menjadi tolok ukur utama di antara para pembalap Ducati.

Namun, Gresini tidak menganggap perbedaan tersebut sebagai bukti bahwa kemampuan Alex telah menurun secara permanen. Masini menilai Alex mampu bersaing dengan Marc sebelum kecelakaan di Catalunya, bahkan pada beberapa kesempatan menunjukkan kecepatan yang lebih baik.

Pandangan tersebut didukung oleh sejumlah penampilan Alex setelah kembali dari cedera. Ia mampu finis kedua dalam sprint race Aragon dan memberikan perlawanan kepada Marc dalam perebutan kemenangan di Grand Prix San Marino.

Hasil-hasil itu menunjukkan bahwa Alex masih dapat bersaing di barisan depan. Persoalannya adalah bagaimana mempertahankan performa tersebut secara konsisten hingga akhir musim.

Gresini Berharap Alex Marquez Menutup Musim dengan Hasil Positif

MotoGP 2026 juga menjadi musim terakhir Alex Marquez bersama Gresini Racing setelah empat tahun berkolaborasi. Tim tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan kariernya, terutama setelah ia mengalami masa sulit ketika membela Honda.

Bersama Gresini, Alex berhasil membangun kembali kepercayaan diri dan meningkatkan daya saingnya hingga menjadi salah satu penantang gelar pada 2025. Karena itu, tim ingin mengakhiri kebersamaan mereka dengan hasil yang positif.

Masini menyatakan bangga terhadap determinasi Alex dalam menjalani proses pemulihan. Pembalap tersebut tetap menjalankan berbagai upaya pemulihan setelah sesi latihan dan balapan, meskipun jadwal yang berdekatan membuat proses tersebut tidak mudah.

Bagi Gresini, target pada sisa musim bukan hanya memperoleh hasil bagus dalam satu balapan, melainkan memaksimalkan setiap akhir pekan untuk memperbaiki posisi dalam klasemen pembalap dan tim.

Alex masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya sebelum mengakhiri musim. Namun, keberhasilannya akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan mengelola kondisi fisik, mengurangi kesalahan, dan menemukan konsistensi di tengah persaingan yang ketat.

Penutup

Kesulitan Alex Marquez mengulangi performa gemilang MotoGP 2025 tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Cedera bahu kanan setelah kecelakaan di Catalunya, masalah adaptasi dengan Ducati GP26 pada awal musim, serta sejumlah kesalahan saat balapan saling memengaruhi hasil yang diraihnya sepanjang 2026.

Gresini Racing tetap yakin bahwa kecepatan Alex belum hilang. Penampilannya sebelum cedera dan beberapa hasil positif setelah kembali ke lintasan menjadi alasan tim mempertahankan keyakinan tersebut.

Tantangan terbesar Alex sekarang adalah memulihkan kondisi fisik dan mengubah kecepatannya menjadi hasil yang konsisten. Dengan beberapa seri tersisa, ia masih berpeluang menutup musim dengan pencapaian yang lebih baik, sekaligus mengakhiri perjalanannya bersama Gresini Racing secara positif.

Referensi

Motorsport.com, Why Alex Marquez Hasn't Been Able to Replicate His 2025 MotoGP Form.

MotoGP.com, Alex Marquez Undergoes Successful Surgery, Will Miss Mugello and Balaton.

Perjelas Alur Kronologi Cedera AlexRingkas Bagian yang Membahas Konsistensi

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com