Balap . 23/10/2026, 14:46 WIB
Penulis : Makruf | Editor : Makruf
fin.co.id - Cedera bahu yang dialami Toprak Razgatlioglu membuat Pramac Yamaha mengambil keputusan untuk mengakhiri musim debutnya di MotoGP 2026 lebih cepat. Meski Toprak masih ingin melanjutkan balapan hingga akhir musim, tim memilih memprioritaskan pemulihan kondisinya agar siap menghadapi kompetisi tahun depan.
Keputusan tersebut diambil setelah pemeriksaan medis lanjutan di Eropa menunjukkan bahwa cedera bahu kanan Toprak lebih serius daripada perkiraan awal. Pembalap asal Turki itu dijadwalkan menjalani operasi di Milan pada Senin, 26 Oktober 2026.
Toprak mengalami dislokasi bahu kanan saat menjalani sesi latihan terakhir di Sirkuit Mandalika. Meski mengalami cedera, dia tetap berusaha mengikuti sesi kualifikasi dan Sprint sebelum akhirnya tidak menyelesaikan balapan utama MotoGP Indonesia.
Setelah kembali ke Eropa, pemeriksaan medis menunjukkan bahwa kondisi bahunya membutuhkan penanganan lebih lanjut. Operasi pun dipilih sebagai langkah untuk memperbaiki cedera tersebut sekaligus mengurangi risiko masalah serupa ketika kembali mengendarai motor.
Direktur tim Pramac Yamaha, Gino Borsoi, mengungkapkan bahwa Toprak sebenarnya masih berkeinginan untuk menyelesaikan lima seri tersisa pada musim ini. Namun, keinginan tersebut harus dipertimbangkan kembali demi keselamatan pembalap dan persiapan menghadapi musim berikutnya.
Menurut Borsoi, membujuk Toprak untuk mengakhiri musim lebih cepat bukan perkara mudah. Pembalap yang telah tiga kali menjuarai World Superbike (WorldSBK) itu masih ingin kembali ke lintasan dan menyelesaikan musim debutnya di kelas utama MotoGP.
Borsoi menjelaskan bahwa Toprak sangat kecewa karena harus mengakhiri musim lebih awal. Meski demikian, tim menilai operasi merupakan keputusan paling tepat bagi Yamaha, Pramac, dan tim medis yang menangani cedera tersebut.
Salah satu pertimbangan utama di balik keputusan tersebut adalah risiko cedera berulang. Borsoi memperingatkan bahwa bahu Toprak berpotensi kembali mengalami dislokasi, bahkan ketika dia sedang mengendarai motor di lintasan.
Risiko tersebut tidak hanya mengancam kondisi Toprak, tetapi juga dapat membahayakan pembalap lain jika insiden terjadi saat balapan berlangsung. Karena itu, memaksakan diri untuk menyelesaikan sisa musim dinilai bukan pilihan yang bijaksana.
Cedera bahu juga dapat memengaruhi kemampuan pembalap mengendalikan motor, terutama dalam situasi yang membutuhkan pergerakan tubuh, perubahan arah, dan respons cepat. Dalam balapan MotoGP, kemampuan menjaga kendali motor merupakan faktor penting bagi keselamatan pembalap.
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Pramac memilih untuk tidak mengambil risiko tambahan. Pemulihan melalui operasi dan rehabilitasi diharapkan dapat membantu Toprak kembali dalam kondisi yang lebih baik untuk menghadapi tantangan musim 2027.
Selain mempersiapkan musim depan, Toprak juga menghadapi ketidakpastian mengenai partisipasinya dalam tes resmi motor MotoGP 850cc yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Desember, tidak lama setelah seri penutup musim di Valencia.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media