Bola . 28/10/2026, 09:35 WIB

Kylian Mbappe Minta Maaf Usai Kehilangan Sponsor Raksasa asal China

Penulis : Ari Nur Cahyo  |  Editor : Ari Nur Cahyo

fin.co.id -- Bintang Real Madrid Kylian Mbappe akhirnya melayangkan permohonan maaf terbuka usai pernyataannya mengenai mantan pemimpin China, Mao Zedong, memicu gelombang kemarahan publik. Akibat komentar kontroversial tersebut, kapten timnas Prancis ini kehilangan deretan sponsor raksasa asal Negeri Tirai Bambu pada Selasa 27 Oktober 2026.

"Komentar saya kurang tepat, dan sekarang saya mengerti bahwa pernyataan itu menyakiti banyak orang di China serta komunitas Tionghoa di seluruh dunia," ujar Mbappe melansir laporan France24.

"Saya meminta maaf kepada semua orang yang tersinggung oleh kata-kata saya. Ini sama sekali bukan niat saya. Saya sangat menghormati rakyat China dan sejarah mereka, serta sungguh menyesali hal ini," lanjutnya.

Sebelum insiden ini mencuat, wajah Mbappe menghiasi berbagai papan iklan komersial di seluruh penjuru China. Penyerang berusia 27 tahun itu menjadi bintang iklan beragam produk lokal, mulai dari minuman elektrolit hingga produk susu olahan.

Pernyataan kontroversial Mbappe memicu aksi pemutusan hubungan kerja sama secara massal oleh para sponsor utama. Perusahaan minuman raksasa China, Dongpeng, menghentikan seluruh kontrak kerja sama dengan Mbappe per Selasa (27/10). Manajemen Dongpeng menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk sikap anti-China.

Langkah tegas tersebut diikuti oleh produsen susu terbesar di China, Mengniu, serta produsen keju terkemuka, Milkground. Kedua perusahaan tersebut resmi memutus semua jalinan bisnis dengan sang pemain.

"Mengniu dengan tegas menentang dan menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap setiap ucapan maupun tindakan yang melukai perasaan rakyat China," tulis manajemen Mengniu dalam pernyataan resminya.

Pada saat bersamaan, konglomerat media pemerintah China Media Group mengambil langkah drastis dengan menghentikan seluruh siaran pertandingan sepak bola termasuk kompetisi La Liga serta tayangan iklan yang menampilkan sosok Mbappe.

China Media Group menuntut Mbappe bersama klubnya, Real Madrid, untuk menyampaikan permohonan maaf secara resmi. Tak lama setelahnya, otoritas Liga Spanyol (La Liga) merilis pernyataan resmi yang menyesali komentar Mbappe karena telah menyinggung perasaan rakyat China.

Kontroversi ini bermula saat potongan video Mbappe beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, Mbappe mengomentari sebuah meme internet yang menempelkan foto wajahnya pada sosok Mao Zedong.

Mbappe melayangkan seloroh dan menyebut Mao Zedong sebagai seorang diktator. Penyerang Real Madrid itu mengaitkan julukan 'diktator' dengan perannya sebagai kapten tim di klub maupun tim nasional Prancis.

Sontak, perbandingan tersebut memancing amarah besar warga China. Masyarakat Tiongkok memandang Mao Zedong bukan sebagai diktator, melainkan sosok revolusioner sekaligus bapak pendiri Republik Rakyat China modern.

Sebelum merek-merek dagang memutus kontrak kerja sama, gelombang protes terhadap Mbappe telah memuncak di platform media sosial Weibo. Warganet China menyerukan gerakan anti-Mbappe serta menyerukan aksi boikot terhadap seluruh produk yang menjadikan sang pemain sebagai duta merek (brand ambassador).

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com