Gagal Tembus Q2 MotoGP Malaysia, Bagnaia Geram dengan Performa Ducati
Francesco Bagnaia menghadapi awal yang sulit dalam rangkaian MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang. Rider Ducati Lenovo Team tersebut gagal mengamankan tiket
fin.co.id - Francesco Bagnaia menghadapi awal yang sulit dalam rangkaian MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang. Rider Ducati Lenovo Team tersebut gagal mengamankan tiket langsung ke kualifikasi kedua (Q2) setelah hanya menempati posisi ke-12 dalam sesi latihan Jumat.
Hasil tersebut cukup mengejutkan mengingat Bagnaia memiliki catatan positif di Sepang. Pada musim sebelumnya, ia berhasil merebut pole position dan memenangkan Sprint Race di sirkuit yang sama. Namun, performa Ducati kali ini belum memberinya kecepatan yang dibutuhkan untuk bersaing di barisan depan.
Persoalan terbesar Bagnaia terletak pada dua sektor tengah lintasan, yakni T2 dan T3. Di bagian tersebut, ia kehilangan sekitar 0,8 detik dibandingkan para rivalnya.
Situasi itu terasa semakin mengecewakan karena Bagnaia sebenarnya mampu tampil kompetitif di sektor pertama dan keempat. Kedua sektor tersebut memiliki karakteristik lintasan lurus panjang yang diakhiri zona pengereman berat.
Dalam catatan waktu gabungan setiap sektor, Bagnaia termasuk tiga rider tercepat di T1 dan T4. Ia bahkan mampu mencatatkan waktu lebih baik dibandingkan rekan setimnya, Marc Marquez, pada sektor pertama.
Namun, keunggulan tersebut tidak cukup untuk menutupi kelemahannya ketika melewati rangkaian tikungan cepat di bagian tengah sirkuit.
Baca Juga
Bagnaia Sebut Kehilangan Waktu Tidak Masuk Akal
Bagnaia tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap kondisi motor Ducati yang belum bekerja sesuai harapan. Ia merasa motornya hanya menunjukkan performa optimal ketika melaju lurus, sementara kemampuan menikung masih menjadi persoalan besar.
"Saat ini motor saya hanya bekerja ketika berada dalam posisi lurus. Saya sudah melakukan yang maksimal. Di sektor pertama dan terakhir, saya masuk tiga besar. Namun, di dua sektor lainnya, saya kehilangan delapan persepuluh detik. Jadi, ini tidak masuk akal," ujar Bagnaia seperti dikutip GPone.
Pernyataan tersebut menggambarkan kesenjangan performa yang dialaminya sepanjang sesi latihan. Kecepatan di lintasan lurus dan kemampuan pengereman sebenarnya sudah cukup kompetitif, tetapi motor belum memberikan kestabilan ketika harus mempertahankan kecepatan di tikungan.
Bagnaia juga menjelaskan bahwa masalah utama berkaitan dengan bagian depan motor. Ketika memasuki tikungan cepat, ia kesulitan mempertahankan kendali sehingga sering kehilangan jalur ideal.
Baca Juga
Masalah Grip Depan Menghambat Kecepatan di Tikungan
Menurut Bagnaia, kesulitan membawa kecepatan lebih tinggi di tikungan menjadi salah satu faktor yang membuat waktunya tertinggal.
Ia mengungkapkan bahwa bagian depan motor kerap kehilangan cengkeraman. Kondisi tersebut membuatnya kesulitan mempertahankan garis balap dan beberapa kali melebar ketika keluar dari tikungan.
"Kondisi ini sangat sulit karena saya tidak bisa membawa kecepatan yang cukup saat menikung. Bagian depan motor kehilangan cengkeraman dan akhirnya saya melebar," jelasnya.
Selain persoalan kestabilan bagian depan, rendahnya grip lintasan juga memperburuk situasi. Kombinasi kedua masalah tersebut membuat Bagnaia belum mendapatkan perasaan yang tepat terhadap motor Ducati.
Tim sebelumnya memutuskan menggunakan konfigurasi motor yang sama seperti ketika menjalani tes musim dingin di Sepang. Akan tetapi, hasil yang diperoleh ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi Bagnaia.
Ia mengaku memiliki harapan berbeda terhadap performa motor setelah menjalani persiapan tersebut. Kini, Ducati harus mencari penyesuaian agar pembalap andalannya bisa kembali menemukan kepercayaan diri.
Marc Marquez Justru Tampil Kompetitif
Ketika Bagnaia mengalami kesulitan, Marc Marquez justru memperlihatkan performa menjanjikan. Rider asal Spanyol tersebut berhasil menguasai posisi teratas dalam sesi latihan Jumat.
Perbedaan hasil kedua pembalap Ducati itu menjadi perhatian tersendiri. Bagnaia harus menjalani Q1 setelah finis di posisi ke-12, sedangkan Marquez berhasil mengamankan tempat di Q2.
Meski menggunakan motor dari pabrikan yang sama, karakter berkendara dan kebutuhan penyesuaian setiap pembalap dapat menghasilkan perbedaan performa.
Bagi Bagnaia, tantangan terbesarnya sekarang adalah menemukan kembali keseimbangan motor, terutama ketika melewati tikungan cepat. Jika persoalan tersebut belum terselesaikan, perjuangannya untuk mendapatkan posisi start terbaik di Sepang bisa semakin berat.
Bagnaia Masih Punya Peluang Memperbaiki Hasil
Kegagalan menembus Q2 pada Jumat bukan berarti peluang Bagnaia untuk tampil kompetitif sudah tertutup. Ia masih memiliki kesempatan memperbaiki posisi melalui Q1 pada Sabtu.
Pengalaman musim sebelumnya juga bisa menjadi modal penting. Bagnaia pernah menghadapi situasi serupa di Sepang, ketika gagal mendapatkan akses langsung ke Q2, tetapi kemudian berhasil merebut pole position dan memenangkan Sprint Race.
Namun, kondisi musim ini menghadirkan tantangan berbeda. Ducati harus segera menemukan solusi terhadap masalah grip dan kestabilan bagian depan motor agar Bagnaia bisa kembali bersaing.
Penutup
Kesulitan Bagnaia di MotoGP Malaysia memperlihatkan bahwa kecepatan di lintasan lurus saja tidak cukup untuk menghasilkan catatan waktu kompetitif. Keseimbangan motor, daya cengkeram ban, serta kestabilan ketika melewati tikungan cepat memiliki peran penting dalam performa keseluruhan.
Kehilangan sekitar 0,8 detik di sektor tengah menjadi pekerjaan rumah besar bagi Ducati. Jika masalah tersebut dapat diatasi, Bagnaia masih memiliki kesempatan memperbaiki hasil dan kembali bersaing di barisan depan.
Referensi
Crash.net - Pecco Bagnaia Calls Sepang MotoGP Sector Deficit Ridiculous After Missing Q2
GPone - Pernyataan Francesco Bagnaia Mengenai Performa di Sepang
MotoGP - 2026 Malaysian Grand Prix