Balap . 30/10/2026, 14:01 WIB

Hubungan Horner dan Marko Memburuk, Ralf Schumacher Sayangkan Perseteruan

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Perseteruan antara Christian Horner dan Helmut Marko kembali menjadi sorotan setelah keduanya saling melontarkan pernyataan terkait hubungan mereka selama berada di Red Bull. Konflik dua mantan petinggi tim Formula 1 tersebut kini mendapat perhatian dari Ralf Schumacher yang menyayangkan sikap Horner terhadap sosok yang pernah menjadi rekan kerjanya.

Schumacher menilai komentar Horner mengenai Marko tidak pantas disampaikan, terutama mengingat besarnya kontribusi keduanya dalam membangun kesuksesan Red Bull di ajang Formula 1.

Horner dan Marko pernah menjadi dua figur penting di balik kejayaan Red Bull. Namun, hubungan keduanya memburuk menjelang berakhirnya masa jabatan Horner sebagai kepala tim pada 2025.

Ralf Schumacher Kritik Pernyataan Christian Horner

Horner kembali menjadi perhatian publik setelah meluncurkan buku yang mengungkap sejumlah pengalaman dan persoalan selama dirinya memimpin Red Bull.

Dalam sebuah wawancara dengan media Jerman, Bild, Horner membicarakan hubungannya yang memburuk dengan Marko. Ia mengaku sangat kecewa karena Marko disebut turut berperan dalam proses yang membuatnya kehilangan jabatan di Red Bull.

Horner juga menyinggung kejadian pribadi yang dialaminya sebelum pemecatan tersebut. Ia mengatakan Marko tidak menyampaikan belasungkawa ketika mantan pasangannya sekaligus ibu dari putrinya meninggal dunia.

Selain persoalan pribadi, Horner turut mengkritik keputusan Marko terkait pembinaan pembalap muda Red Bull. Menurutnya, beberapa pembalap junior terlalu cepat mendapatkan kesempatan bergabung dengan tim utama sehingga menghadapi tekanan besar dalam karier Formula 1 mereka.

Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari Ralf Schumacher. Mantan pembalap Formula 1 itu menilai Horner seharusnya bisa menunjukkan sikap yang berbeda ketika membicarakan seseorang yang pernah bekerja sama dengannya selama bertahun-tahun.

Dalam wawancara dengan Sky Germany, Schumacher menyebut komentar Horner sebagai sesuatu yang disayangkan. Ia juga menilai pernyataan tersebut justru berpotensi merusak warisan keberhasilan yang telah dibangun Horner bersama Red Bull.

Menurut Schumacher, Horner memiliki kontribusi besar terhadap perjalanan tim tersebut. Keberhasilan Red Bull tidak terlepas dari kemampuannya membangun organisasi, merekrut orang-orang penting, serta mengembangkan proyek mesin yang mendukung pencapaian tim.

Kontribusi Horner dan Marko dalam Kesuksesan Red Bull

Horner memimpin Red Bull Racing sejak tim tersebut memasuki Formula 1 pada 2005 hingga akhirnya diberhentikan pada pertengahan musim 2025.

Selama sekitar dua dekade kepemimpinannya, Red Bull berkembang menjadi salah satu kekuatan utama di kejuaraan tersebut. Tim ini berhasil mengoleksi delapan gelar juara dunia pembalap melalui Sebastian Vettel dan Max Verstappen.

Sementara itu, Marko memiliki peran penting dalam pengembangan pembalap muda melalui program junior Red Bull. Sejumlah talenta yang mendapatkan kesempatan melalui program tersebut kemudian berkembang menjadi pembalap utama di Formula 1.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com