Balap . 03/11/2026, 13:23 WIB

Media Italia Sentil Ferrari usai Kimi Antonelli Juara Dunia F1

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

fin.co.id - Keberhasilan Kimi Antonelli meraih gelar juara dunia Formula 1 2026 tidak hanya menjadi kebanggaan Italia. Di tengah perayaan prestasi pembalap muda tersebut, Ferrari justru mendapat sindiran tajam dari salah satu media olahraga terkemuka di negaranya sendiri.

La Gazzetta dello Sport menjadikan keberhasilan Antonelli sebagai bahan untuk menyentil tim berlogo kuda jingkrak tersebut. Sindiran itu berkaitan dengan keputusan Ferrari yang dinilai melewatkan kesempatan memiliki pembalap berbakat asal Italia tersebut.

Antonelli memastikan gelar juara dunia pertamanya setelah finis di posisi ketiga pada Grand Prix Meksiko di Autodromo Hermanos Rodriguez. Hasil tersebut membuatnya tidak lagi terkejar oleh para pesaing meskipun masih ada empat seri tersisa dalam kalender musim 2026.

Pembalap Mercedes itu naik podium di belakang Max Verstappen dari Red Bull dan Lewis Hamilton yang membela Ferrari.

Sindiran Media Italia untuk Ferrari

Sampul La Gazzetta dello Sport edisi Senin, 2 November 2026, menampilkan perayaan gelar juara Antonelli dengan pesan yang menyindir Ferrari.

Media tersebut menuliskan bahwa Antonelli menjadi juara dunia Formula 1 berkat bakatnya, mobil yang kompetitif, serta satu hal lain, yakni dirinya tidak membalap untuk Ferrari.

Kalimat tersebut menjadi sindiran terbuka terhadap performa Ferrari yang belum mampu memenuhi ekspektasi sepanjang musim ini.

Ferrari beberapa kali kehilangan peluang meraih kemenangan akibat persoalan strategi, pengambilan keputusan, hingga perselisihan di antara kedua pembalapnya.

Situasi tersebut kembali terlihat dalam balapan di Meksiko. Lewis Hamilton dan Charles Leclerc terlibat persaingan pada lap pertama yang mengganggu peluang Ferrari untuk mendapatkan hasil lebih baik.

Padahal, tim asal Italia itu berpeluang mengejar kemenangan, bahkan berpotensi mengamankan posisi pertama dan kedua jika situasi balapan berjalan berbeda.

Ferrari Pernah Melewatkan Kesempatan Merekrut Antonelli

Sindiran terhadap Ferrari juga memiliki latar belakang tersendiri. Ayah Antonelli, Marco, sebelumnya pernah mengungkapkan bahwa Ferrari sebenarnya memiliki kesempatan untuk merekrut putranya ketika masih berusia muda.

Menurut Marco, mantan prinsipal Ferrari, Maurizio Arrivabene, pernah menolak kesempatan tersebut.

Antonelli kemudian bergabung dengan program pembinaan Mercedes ketika berusia 11 tahun. Keputusan itu menjadi salah satu langkah penting dalam perjalanan kariernya hingga berhasil mencapai Formula 1.

Mercedes memberikan kesempatan kepada Antonelli untuk menjalani debut di ajang tersebut pada 2025. Ia mengisi posisi Lewis Hamilton yang meninggalkan tim asal Jerman itu untuk bergabung dengan Ferrari.

Kini, keputusan Mercedes tersebut terbukti menghasilkan sesuatu yang sangat berharga. Antonelli bukan hanya menjadi salah satu pembalap muda paling menjanjikan, tetapi juga berhasil merebut gelar juara dunia pada musim keduanya di Formula 1.

Antonelli Pecahkan Rekor dalam Sejarah F1

Gelar juara dunia 2026 membawa Antonelli masuk ke dalam catatan sejarah Formula 1. Pada usia 20 tahun, ia menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah kejuaraan tersebut.

Prestasi itu juga mengakhiri penantian panjang Italia untuk kembali memiliki juara dunia pembalap Formula 1.

Sebelum Antonelli, pembalap Italia terakhir yang meraih gelar tersebut adalah Alberto Ascari. Ia berhasil menjadi juara dunia secara beruntun pada 1952 dan 1953.

Artinya, keberhasilan Antonelli mengakhiri penantian selama 73 tahun bagi Italia untuk kembali menyaksikan pembalap dari negaranya mengangkat trofi juara dunia F1.

Setelah memastikan gelar di Meksiko, Antonelli mengungkapkan rasa terima kasih kepada Mercedes dan keluarganya.

Ia mengakui pencapaian tersebut tidak mungkin diraih tanpa dukungan orang-orang yang telah membantunya sepanjang perjalanan karier.

Antonelli juga mengaku masih kesulitan mencerna keberhasilan yang baru saja diraihnya. Ia menyebut musim 2026 sebagai perjalanan luar biasa dan berharap masih bisa menjalani banyak persaingan menarik pada masa mendatang.

Penutup

Keberhasilan Kimi Antonelli menjadi juara dunia F1 2026 menghadirkan dua cerita berbeda bagi dunia motorsport Italia. Di satu sisi, negara tersebut kembali memiliki juara dunia setelah penantian panjang. Di sisi lain, Ferrari harus menerima sindiran karena dianggap pernah melewatkan kesempatan merekrut talenta yang kini berada di puncak Formula 1.

Kisah Antonelli juga memperlihatkan pentingnya pembinaan pembalap muda dan keberanian tim memberikan kesempatan kepada talenta potensial. Keputusan Mercedes merekrutnya sejak usia 11 tahun kini membuahkan hasil yang luar biasa.

Referensi

Crash.net - Italian Newspaper's Brutal Ferrari Swipe as Kimi Antonelli Crowned F1 Champion

La Gazzetta dello Sport - Sampul Edisi 2 November 2026

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com