Bola . 05/11/2026, 11:14 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
Iraola menambahkan bahwa timnya sebenarnya sudah mewaspadai keunggulan fisik dan skema bola mati yang menjadi kekuatan utama Fenerbahce. Namun, konsentrasi para pemain di area pertahanan buyar pada momen-momen krusial.
"Kami tahu itu adalah salah satu kekuatan utama Fenerbahce. Kami kebobolan dari tendangan bebas, sepak pojok, dan bahkan dari lemparan jauh menjelang akhir pertandingan," tutur pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut.
"Gol-gol tersebut sangat menyakitkan kami. Kami sempat berada dalam posisi unggul dua kali setelah melewati momen-momen bagus, memegang kendali permainan, serta terus menyerang. Kami berhasil menemukan gol, tetapi setelah itu kami justru kebobolan dalam situasi yang seharusnya bisa kami pertahankan dengan lebih baik," pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media