fin.co.id - Spanyol vs Prancis di semifinal UEFA Nations League tengah pekan ini tak hanya menjanjikan pertarungan dua tim besar Eropa. Laga itu juga ikut menyeret perdebatan seru tentang siapa yang paling pantas meraih Ballon d'Or tahun ini—dan salah satu nama yang jadi sorotan adalah Lamine Yamal.
Penyerang muda milik Barcelona itu tampil luar biasa sepanjang musim 2024/2025. Lewat torehan 9 gol dan 13 assist dari 31 laga di La Liga, Yamal sukses membawa Blaugrana menjadi juara. Di Liga Champions, meski hanya mencapai semifinal, ia tetap bersinar dengan kontribusi 5 gol dan 3 assist.
Yamal Jadi Kandidat Serius Ballon d'Or 2025
Dengan performa seimpresif itu, banyak pihak mulai menempatkan nama Yamal dalam daftar terdepan peraih Ballon d'Or 2025. Di usia 17 tahun, kiprahnya sudah melampaui ekspektasi. Namun, tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa penampilan Yamal di laga Spanyol vs Prancis akan sangat menentukan kelayakannya membawa pulang trofi individual paling bergengsi itu.
Menariknya, Yamal punya pendapat berbeda. Ia tak sepakat jika satu pertandingan menjadi penentu segalanya.
"Jika Anda harus memberikan Ballon d'Or, kepada siapa Anda akan memberikannya – pemain terbaik tahun ini atau orang yang menang pada hari Kamis?" ujar Yamal dalam wawancara dengan penyiar Spanyol Cadena COPE.
Baca Juga
Jawaban Yamal: Gelar Bukan Ditentukan Satu Laga
Bagi Yamal, penilaian pemain terbaik dunia harus dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari satu malam atau satu pertandingan penting. Meskipun optimistis bisa mengalahkan Prancis, ia tetap menegaskan bahwa konsistensi sepanjang musim jauh lebih penting.
"Saya yakin kami akan menang pada hari Kamis. Tapi menang atau tidak, saya akan memilih pemain terbaik tahun ini," tegas Yamal. "Kalau sesuatu terjadi pada saya atau Dembele di laga itu, siapa yang akan Anda pilih? Yang main pada hari Minggu?"
Baca Juga
Pesaing Terdekat: Ousmane Dembele
Persaingan Yamal tak bisa dilepaskan dari nama Ousmane Dembele. Pemain Prancis itu juga menjalani musim yang gemilang bersama PSG, dengan koleksi 35 gol di semua kompetisi serta sukses mempersembahkan tiga gelar juara: Ligue 1, Piala Prancis, dan Liga Champions.
Jika dibandingkan, Yamal punya prestasi domestik yang tak kalah mentereng. Ia berhasil mempersembahkan LaLiga, Piala Spanyol, dan Piala Super Spanyol untuk Barcelona. Dengan perbedaan pendekatan dan gaya bermain, duel mereka dalam laga Spanyol vs Prancis makin memanas—baik di lapangan maupun dalam penilaian media.