Aturan Baru Liga Inggris: Hanya Kapten yang Bisa Protes hingga Kiper Hanya Bisa Pegang Bola 8 Detik

sport.fin.co.id - 15/08/2025, 08:00 WIB

Aturan Baru Liga Inggris: Hanya Kapten  yang Bisa Protes hingga Kiper Hanya Bisa Pegang Bola 8 Detik

Jadwal Liga Inggris

fin.co.id - Mulai musim 2025/26, Liga Inggris akan menerapkan sejumlah regulasi baru yang mengacu pada pembaruan Laws of the Game dari Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional (IFAB).

Aturan tersebut juga disesuaikan dengan prinsip-prinsip yang bertujuan meningkatkan sportivitas, menjaga tempo permainan, serta memberikan perlindungan lebih bagi ofisial pertandingan.

Dilansir dari laman resmi Liga Inggris, salah satu perubahan paling mencolok adalah pembatasan durasi protes pemain kepada wasit.

Kini, pemain hanya memiliki waktu maksimal enam detik untuk menyampaikan keberatan. Jika melewati batas tersebut, tindakan itu akan dianggap sebagai pelanggaran yang dapat berujung pada kartu kuning.

“Tujuannya adalah memastikan interaksi dengan wasit berlangsung cepat, sopan, dan tidak mengganggu jalannya pertandingan,” tulis Liga Inggris dalam pernyataannya yang dikutip pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Tak hanya itu, aturan baru juga menegaskan bahwa hanya kapten tim yang berhak berbicara langsung dengan wasit mengenai keputusan di lapangan.

Pengecualian hanya berlaku untuk insiden tertentu, seperti masalah keselamatan pemain. Langkah ini diambil untuk menghindari situasi di mana banyak pemain mengerumuni wasit secara bersamaan.

Berikut perubahan aturan dan prinsip yang diumumkan di laman resmi Liga Inggris:

1. Hanya kapten yang boleh protes – Interaksi dengan wasit hanya melalui kapten tim atau pemain pengganti kapten bila kapten adalah kiper.

2. Batas waktu 8 detik kiper – Kiper yang memegang bola lebih dari delapan detik akan memberi lawan tendangan sudut; pelanggaran berulang berujung peringatan hingga kartu kuning.

3. Mulai ulang dropped ball – Bila dihentikan di area penalti, bola dijatuhkan untuk kiper; di luar area, dijatuhkan untuk tim yang berhak menguasai bola.

4. Sentuhan ganda penalti – Sentuhan ganda terjadi secara tidak sengaja, penalti diulang; bila sentuhan ganda disengaja, lawan mendapat tendangan bebas tidak langsung.

5. Gangguan tak sengaja – Gangguan dari pemain cadangan atau staf yang tidak memengaruhi jalannya bola hanya berujung tendangan bebas tidak langsung. Gangguan sengaja dikenai kartu merah.

6. Posisi asisten wasit penalti – Asisten wasit tetap di garis samping, VAR memantau pergerakan kiper.

7. Ambang batas tinggi pelanggaran – Tidak semua kontak dianggap pelanggaran, termasuk handball, demi menjaga intensitas permainan.

8. VAR minim intervensi – Keputusan lapangan diutamakan kecuali ada kesalahan jelas; waktu tunggu VAR turun jadi rata-rata 39 detik.

9. Teknologi Offside Semi-Otomatis (SAOT) – Teknologi SAOT digunakan penuh musim ini, mempercepat pengecekan offside.

10. Transparansi VAR di stadion – Keputusan VAR diumumkan via pengeras suara, gol dianulir ditampilkan dengan bukti visual.

11. Pengurangan wasting time – Wasit lebih tegas menindak taktik membuang waktu.

12. Fokus pada pelanggaran khusus – Termasuk menahan lawan (holding), aksi menipu wasit (diving, berpura-pura cedera dan lain-lain) serta prosedur cedera kepala dengan pemeriksaan minimal 30 detik di luar lapangan.

Liga Inggris menegaskan komitmen menjaga karakter permainan khas Inggris melalui disiplin pemain, kecepatan pertandingan, dan intervensi VAR yang efisien.

Aturan-aturan tersebut akan mulai berlaku sejak pekan pertama musim 2025/26 pada Agustus dengan pengawasan ketat dari wasit dan ofisial keempat.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca