Bola . 17/10/2025, 13:13 WIB

Legenda MU Bilang Timnas Inggris Gak Berpeluang Menang di Piala Dunia 2026

Penulis : Makruf  |  Editor : Makruf

Meskipun penjelasan Tuchel terdengar masuk akal, banyak yang menilai ia terlalu berisiko bermain aman. Di level turnamen dunia, Inggris butuh pemain yang bisa menciptakan momen ajaib, bukan sekadar pemain pekerja keras.

Reaksi publik dan mantan pemain

Tak hanya Scholes yang angkat suara. Mantan rekan setimnya di MU, Gary Neville, juga sepakat bahwa Inggris butuh kreativitas lebih. Neville bahkan menambahkan bahwa Bellingham adalah “roh tim” yang tak tergantikan. Sementara itu, para penggemar di media sosial mempertanyakan arah permainan Inggris di bawah Tuchel yang dianggap terlalu pragmatis.

Beberapa komentator Inggris juga menyebut bahwa keputusan Tuchel bisa memicu gesekan di ruang ganti. Karena, seperti yang sering terjadi, pemain yang tidak dipanggil ke tim nasional bisa merasa kecewa, apalagi jika mereka sedang tampil bagus di klub masing-masing.

Namun, bagi Scholes, persoalannya bukan soal ego pemain, tapi masa depan sepak bola Inggris. Ia menyebut, “Kalau kamu ingin menang, kamu harus membawa pemain terbaik. Titik.” Pernyataan itu menggambarkan betapa seriusnya ia melihat situasi ini.

Seberapa realistis peluang Inggris di Piala Dunia 2026

Jika berbicara objektif, peluang Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 tetap terbuka. Mereka punya skuad muda, pelatih berpengalaman, dan fondasi permainan yang solid. Namun, untuk benar-benar bersaing dengan raksasa seperti Brasil, Prancis, atau Argentina, mereka butuh sesuatu yang lebih: kreativitas, pengalaman, dan ketenangan — hal-hal yang justru dimiliki Bellingham, Foden, dan Grealish.

Tanpa ketiganya, Inggris bisa saja kesulitan menghadapi lawan yang bermain agresif dan cepat. Piala Dunia di Amerika Utara nanti juga punya tantangan tersendiri: kondisi cuaca, perjalanan jauh antar negara, serta tekanan media yang besar. Inggris perlu pemain yang bisa mengendalikan tempo permainan, dan Scholes yakin hanya pemain seperti Bellingham dan Foden yang punya kemampuan itu.

Di sisi lain, jika Tuchel mampu menemukan formula baru dan memaksimalkan pemain muda seperti Palmer, Mainoo, dan Wharton, mungkin Inggris masih punya sedikit peluang. Tapi tetap saja, itu taruhan besar.

Prediksi Akhir dari Scholes

Scholes menyimpulkan dengan lugas bahwa tanpa perubahan, Inggris akan kesulitan mengangkat trofi. “Kalau Bellingham, Foden, dan Grealish tidak ada di skuad, peluang mereka nyaris nol,” ujarnya. “Kamu butuh pemain yang bisa mengubah jalannya pertandingan, dan tiga nama itu yang bisa melakukannya.”

Ia juga mengingatkan bahwa waktu persiapan sangat singkat. Inggris hanya punya dua jeda internasional lagi sebelum turnamen dimulai, dan itu artinya Tuchel harus segera menentukan siapa saja yang akan dibawa.

Bottom Line

Paul Scholes memang sering kontroversial dalam komentarnya, tapi kali ini banyak yang setuju dengan pandangannya. Ia menilai, tanpa Bellingham, Foden, dan Grealish, peluang Timnas Inggris di Piala Dunia 2026 akan menurun drastis. Kritiknya bukan sekadar emosi, tapi hasil analisis dari pengalaman panjang bermain di level tertinggi.

Jika Thomas Tuchel tetap ngotot mempertahankan skuadnya tanpa tiga bintang tersebut, bukan tidak mungkin Inggris hanya akan jadi penonton di fase akhir turnamen. Namun, jika Tuchel mau mendengar dan membawa mereka, harapan untuk melihat Inggris kembali berjaya masih terbuka. Pada akhirnya, keputusan ada di tangan sang pelatih, tapi sejarah akan mencatat siapa yang benar.

           

Network:
FinNews.id   |  Radarpena.co.id   |  IKNPos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com