fin.co.id - Setelah 5 hari penuh adu strategi di atas meja hijau, gelaran Babak Kualifikasi (BK) Porprov XV Jawa Barat 2026 sekaligus Kejurda Tenis Meja Jawa Barat 2025 resmi ditutup.
Event yang berlangsung di GOR Bang Yan, Kota Bekasi ini menjadi ajang pembuktian, bahwa Bekasi bukan cuma kota industri, tapi juga punya potensi besar jadi pusat prestasi olahraga, khususnya tenis meja.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya event olahraga bergengsi ini.
“Melalui kegiatan BK ini semoga bisa memberikan prestasi terbaik tidak saja buat Jawa Barat, tetapi lebih penting bagaimana mampu menembus sampai di tingkat nasional dan internasional,” ungkap Tri Adhianto.
Kota Bekasi Siap Jadi “Sport City”, Sebuah Mimpi yang Mulai Nyata
Dalam momen penutupan yang dihadiri para tokoh penting seperti Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe, dan Ketua DPRD Sardi Efendi, semangat untuk menjadikan Bekasi sebagai Sport City mulai digaungkan serius.
Baca Juga
Dari sisi capaian, Kota Bekasi tampil cukup menjanjikan, Juara 1 Ganda Putra, dan tembus final di sektor Campuran dan Tunggal Putra.
Berdasarkan informasi yang fin.co.id dapat, Salah satu lawan kuat yang harus dihadapi adalah kontingen Kota Bogor.
Rasa bangga disampaikan oleh Ketua PTMSI Kota Bekasi, Wahyudi, yang menyebut pelaksanaan selama 5 hari ini berjalan sukses dan lancar.
“Alhamdulillah hari ini ditutup oleh Wali Kota Bekasi, kami sangat bangga dengan apa yang sudah dilaksanakan lima hari ini,” kata Wahyudi.
Baca Juga
Kota Bekasi berhasil meraih juara 1 ganda putra dan akan melaju ke final campuran serta tunggal putra melawan Kota Bogor, kedepan pihaknya terus melakukan peningkatan.
“Ke depan kita akan evaluasi manajemen dan pembinaan atlet ditingkatkan menjelang Porprov," jelasnya.
Tenis Meja Jabar, Semangat Komunitas dan Kolaborasi
Event ini bukan hanya soal prestasi, tapi juga tentang kekuatan komunitas. Ketua PTMSI Jabar, Indra Safari, mengapresiasi semangat kolaborasi antar daerah.
“Kita sedang betul-betul menjaga koordinasi agar solid dan harmonis. Arahnya nanti di PON 2028 di NTT,”