fin.co.id - Mimpi Persita Tangerang untuk membawa pulang tiga poin dari kandang Bhayangkara FC harus pupus setelah bermain imbang 1-1 di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, pekan lalu. Meski Pablo Ganet sempat membawa Persita unggul, gol balasan dari Bhayangkara FC memupuskan harapan tersebut.
Pelatih Persita, Carlos Pena, mengakui bahwa kondisi lapangan dan cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam pertandingan ini. Angin kencang dan panas terik memaksa para pemain untuk beradaptasi lebih cepat.
"Kami merasa sangat dekat dengan tiga poin, namun Bhayangkara FC memiliki keunggulan dalam bola mati. Mereka menempatkan banyak pemain di kotak penalti saat tendangan sudut, dan itu menyulitkan kami," jelasnya, Senin 3 November 2025.
Meski demikian, Pena tetap mengapresiasi semangat juang para pemainnya yang telah berjuang keras di lapangan. Ia menekankan bahwa mentalitas dan kerja keras adalah kunci dari konsistensi tim.
"Saya tidak bisa menyalahkan para pemain. Mereka telah memberikan yang terbaik di tengah kondisi yang sulit. Melawan tim yang kuat dengan cuaca seperti ini bukanlah hal yang mudah, namun kami berhasil mendapatkan satu poin," tambahnya.
Senada dengan sang pelatih, Pablo Ganet, pencetak gol semata wayang Persita, mengungkapkan bahwa satu poin dari markas Bhayangkara FC tetap menjadi hasil yang positif.
Baca Juga
"Pertandingan ini sangat sulit, terutama di babak pertama. Kami harus tetap solid dan kuat secara mental. Di babak kedua, kami bermain lebih baik dan berhasil mencetak gol. Sayang, kami gagal mempertahankan keunggulan. Satu poin ini tetap berharga, meski ada sedikit kekecewaan karena kami nyaris menang," tandasnya.