fin.co.id - Federasi Sepak Bola Indonesia atau PSSI memilih untuk berpikir matang sebelum menunjuk pelatih baru timnas Indonesia.
Langkah ini diambil setelah berakhirnya kerja sama dengan pelatih sebelumnya, Patrick Kluivert, yang masa baktinya tidak diperpanjang.
Kursi panas pelatih timnas kini resmi kosong. Namun, alih-alih tergesa mencari pengganti, PSSI menegaskan akan menempuh proses seleksi pelatih dengan penuh pertimbangan agar tidak salah langkah.
“Kami meminta semua pihak untuk bersabar karena proses pemilihan pelatih senior putra ini dilakukan dengan sangat matang,” ujar Anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, kepada awak media.
Baca Juga
Dari Sumardji Hingga Erick Thohir
Saat ini, pencarian calon pelatih timnas Indonesia berada di tangan Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, bersama Direktur Teknik PSSI, Alexander Zwiers.
Dua sosok ini diberi tanggung jawab penuh untuk menyeleksi kandidat yang dianggap paling cocok memimpin skuad Garuda.
Setelah daftar nama calon selesai disusun, hasilnya akan diserahkan kepada Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, untuk dipertimbangkan bersama jajaran Exco PSSI melalui rapat resmi.
Baca Juga
Langkah ini menegaskan bahwa PSSI tidak ingin terburu-buru hanya demi memenuhi tekanan publik.
“PSSI sedang bekerja keras mencari sosok pelatih senior yang akan memimpin timnas Indonesia dalam jangka waktu panjang sesuai dengan visi dan peta jalan baru sepak bola Indonesia,” jelas Vivin.
Dalam proses seleksi ini, PSSI sudah menyiapkan target dan rencana jangka pendek serta jangka panjang untuk pelatih baru.
Untuk jangka pendek, pelatih baru diharapkan mampu membawa timnas Indonesia lolos ke babak 16 besar Piala Asia 2027. Sementara itu, untuk jangka panjang, PSSI menargetkan timnas bisa bersaing di level dunia dan menembus Piala Dunia 2030.