fin.co.id - Situasi genting di Turin! Raksasa Italia, Juventus, harus segera bangkit dan memburu kemenangan pertama mereka di Liga Champions musim ini. Pada Selasa malam, 4 November 2025, Bianconeri akan menjamu juara Portugal, Sporting Lisbon, dalam sebuah duel yang sangat krusial.
Di sisi Juventus, tim sedang memasuki era baru. Mereka baru saja memecat Igor Tudor karena krisis performa dan kini dipimpin oleh pelatih berpengalaman, Luciano Spalletti. Sementara itu, Sporting Lisbon tampil jauh lebih stabil, mencatat dua kemenangan dari tiga pertandingan, dan kini berada dalam jarak sentuh untuk mengamankan posisi delapan besar yang krusial. Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi penentuan nasib Juve di kompetisi Eropa musim ini!
Kebangkitan Juventus di Bawah Komando Luciano Spalletti
Perjalanan Juventus di Liga Champions musim ini benar-benar membuat fans jantungan. Setelah dua hasil imbang yang dramatis (4-4 melawan Borussia Dortmund dan 2-2 melawan Villarreal), Bianconeri menghadapi ujian berat melawan Real Madrid di Bernabeu. Mereka kalah, memperpanjang tren buruk tanpa kemenangan di delapan pertandingan di semua kompetisi.
Krisis ini memaksa manajemen mengambil langkah tegas. Mereka memutus kerja sama dengan Igor Tudor demi menghentikan penurunan performa. Di bawah pelatih sementara Massimo Brambilla, Juve akhirnya meraih kemenangan 3-1 atas Udinese, sebuah hasil yang membuka jalan bagi kedatangan bos baru yang sangat berpengalaman: Luciano Spalletti.
Mantan pelatih Napoli dan Timnas Italia ini resmi memegang tongkat komando hingga akhir musim. Era Spalletti dimulai dengan sempurna! Pada pertandingan Serie A melawan Cremonese—yang bertepatan dengan ulang tahun ke-128 klub—Filip Kostic mencetak gol hanya dalam waktu dua menit. Andrea Cambiaso menambahkan gol kedua setelah satu jam, meskipun gol balasan telat dari Jamie Vardy sempat membuat akhir laga menjadi menegangkan.
Kemenangan beruntun di liga ini menjaga Juventus tetap dekat dengan posisi empat besar, tetapi kini mereka harus mengalihkan fokus untuk menghidupkan kembali kampanye kontinental mereka yang sedang terluka. Sejak musim lalu, Juve hanya memenangkan dua dari 11 pertandingan Liga Champions mereka. Namun, mereka punya rekor head-to-head positif: tak terkalahkan dalam empat pertandingan melawan Sporting, termasuk menyingkirkan tim Portugal itu di perempat final Liga Europa 2023.
Baca Juga
Sporting Lisbon: Panas di Portugal, Dingin di Italia
Di sisi lain, Sporting Lisbon datang ke Turin dengan penuh kepercayaan diri. Mereka baru saja mencatat lima kemenangan berturut-turut di semua kompetisi, termasuk kemenangan liga atas Alverca yang membuat juara bertahan dua kali itu menyamai poin pemuncak klasemen Porto di Primeira Liga.
Di Liga Champions, Sporting berada dalam posisi yang jauh lebih nyaman daripada Juve. Mereka memulai dengan kemenangan 4-1 atas Kairat, kalah di Napoli, sebelum meraih kemenangan penting melawan Marseille. Kemenangan atas Marseille itu diraih dengan susah payah di Estadio Alvalade, setelah mereka tertinggal lebih dulu dan memanfaatkan kartu merah yang diterima tim tamu. Gol dari pemain pengganti Geny Catamo dan Alisson Santos menjaga mereka tetap di jalur menuju fase knockout.
Namun, ada satu fakta menarik yang bisa menjadi penghalang mentalitas Sporting: mereka memiliki rekor tandang yang mengerikan di Italia. Pertandingan Selasa ini akan menjadi pertandingan ke-20 mereka di Italia, dan mereka belum pernah meraih kemenangan di sana, menderita 14 kekalahan! Mereka kalah di tanah Italia dalam tiga dari empat musim terakhir, termasuk kekalahan dari Napoli bulan lalu dan kekalahan dari Juventus di Liga Europa 2023.
Drama Team News: Vlahovic vs Pote dan Absennya Bek Kunci
Pelatih baru Spalletti secara mengejutkan tetap mempertahankan formasi tiga bek khas Tudor pada laga terakhir, meskipun dengan gaya yang lebih cair, alih-alih langsung beralih ke formasi 4-3-3 favoritnya. Ini menandakan Juventus kemungkinan akan menurunkan starting line-up yang mirip dengan laga melawan Cremona.
Baca Juga
Juve masih harus bermain tanpa bek Amerika Selatan andalan mereka, Bremer dan Juan Cabal, yang cedera. Namun, kembalinya Kenan Yildiz (lutut) dan Lloyd Kelly (otot) memberikan harapan di bangku cadangan. Di lini serang, Dusan Vlahovic yang sudah mencatat 11 kontribusi gol dari 19 penampilan Liga Champions, akan kembali berduet dengan Lois Openda, sementara Jonathan David sepertinya akan dipinggirkan.
Di kubu Sporting, mereka harus kehilangan pemain yang sudah lama absen seperti Nuno Santos dan Daniel Braganca. Bek kanan Ivan Fresneda juga diragukan setelah mengalami cedera pada pertandingan Jumat malam dan digantikan oleh Georgios Vagiannidis. Lini serang Sporting akan dipimpin oleh Pedro Goncalves ("Pote"), yang telah berkontribusi pada sembilan gol dari 16 penampilan Liga Champions—rekor klub! Pote akan berkolaborasi dengan Francisco Trincao dan Geovany Quenda, mendukung striker Luis Suarez atau Fotis Ioannidis.