fin.co.id - Rumor panas kembali mengguncang dunia sepak bola Indonesia. Kali ini, kabar yang beredar menyebut City Football Group (CFG) konglomerasi sepak bola raksasa yang menaungi klub top dunia seperti Manchester City tengah mempersiapkan langkah besar untuk mengakuisisi Persib Bandung.
Isu ini langsung menyita perhatian publik dan menjadi topik hangat di media sosial, terutama di kalangan Bobotoh, suporter fanatik Maung Bandung.
Banyak yang menilai, jika rumor ini benar, maka Persib bisa memasuki era baru dalam sejarah sepak bola Indonesia dengan sentuhan profesionalisme dan investasi kelas dunia.
Siapa City Football Group?
City Football Group (CFG) merupakan jaringan kepemilikan klub sepak bola global yang didirikan pada 2013 dan dimiliki oleh Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan, seorang miliarder asal Uni Emirat Arab (UEA).
CFG dikenal sebagai grup dengan strategi “multi-club ownership” yakni memiliki dan mengelola banyak klub di berbagai benua. Grup ini menaungi sejumlah klub elite dunia seperti:
Baca Juga
-
Manchester City (Inggris)
-
New York City FC (Amerika Serikat)
-
Melbourne City FC (Australia)
-
Mumbai City FC (India)
-
Yokohama F. Marinos (Jepang)
-
Girona FC (Spanyol)
-
Palermo FC (Italia)
Dengan sistem manajemen modern, pelatihan terstandar internasional, dan strategi pengembangan pemain lintas negara, CFG berhasil menjadikan Manchester City sebagai kekuatan dominan di Premier League dan dunia.
Jika Persib benar-benar bergabung dalam jaringan ini, klub asal Bandung itu akan menjadi tim pertama di Asia Tenggara yang menjadi bagian dari grup sepak bola paling berpengaruh di dunia.
Di balik kejayaan City Football Group, ada nama besar Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan. Ia bukan hanya pemilik klub, tapi juga Wakil Presiden dan Wakil Perdana Menteri Uni Emirat Arab, serta anggota keluarga kerajaan Abu Dhabi.
Mengutip dari Celebrity Net Worth, kekayaan Sheikh Mansour mencapai 30 miliar dolar AS, atau sekitar Rp493 triliun. Angka fantastis yang menjadikannya salah satu orang terkaya di Timur Tengah dan dunia.
Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Mubadala Investment Company, perusahaan investasi negara yang mengelola aset hingga Rp5,5 kuadriliun di berbagai sektor, mulai dari energi, teknologi, hingga olahraga.
Sejak mengakuisisi Manchester City pada 2008 melalui Abu Dhabi United Group (ADUG), Sheikh Mansour dikenal sebagai sosok visioner yang merevolusi dunia sepak bola modern.
Ia memperkenalkan sistem pengelolaan klub yang berbasis data, akademi muda yang kuat, serta investasi besar dalam infrastruktur olahraga.