Masalah klasik seperti:
-
kualitas akademi sepak bola
-
minimnya lapangan standar
-
kompetisi usia muda yang belum tertata
-
pengelolaan liga yang naik turun
disebut sebagai faktor yang membuat Indonesia sulit mencetak talenta kelas dunia secara konsisten.
Baca Juga
Naturalisasi sebagai Jalan Pintas
The Athletic tak lupa mengangkat fakta bahwa Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memperkuat skuadnya dengan pemain naturalisasi.
Disebutkan bahwa dalam skuad terakhir sebelum kegagalan lolos Piala Dunia 2026, Indonesia memiliki:
-
15 pemain kelahiran Belanda
-
1 pemain kelahiran Belgia
-
1 kelahiran Spanyol
-
1 kelahiran Finlandia
Langkah naturalisasi memang membuahkan hasil instan. Indonesia mampu mencapai putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia, pencapaian terbaik dalam sejarah sebagai negara merdeka.
Namun, The Athletic menilai bahwa kegagalan melangkah ke putaran final tetap dianggap mengecewakan, terutama setelah tambahan kekuatan dari naturalisasi.
“Indonesia belum pernah mencapai Piala Dunia sebagai negara merdeka, tetapi gagal melakukannya sekarang dianggap di bawah standar.”
Artinya, ekspektasi publik dan pengamat internasional kini ikut meningkat.
Bangsa Besar Dengan Tekanan Besar
Sorotan dari The Athletic menunjukkan satu hal: bahwa Indonesia bukan lagi sekadar tim kuda hitam Asia. Dengan populasi besar, dukungan suporter luar biasa, dan investasi lewat naturalisasi, standar yang diharapkan dari Indonesia kini lebih tinggi.
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi cermin bahwa: