Proyek Liga Basket NBA Eropa 2027, Real Madrid dan Barcelona Jadi Sorotan

sport.fin.co.id - 21/11/2025, 15:40 WIB

Proyek Liga Basket NBA Eropa 2027, Real Madrid dan Barcelona Jadi Sorotan

Logo NBA (Dokumen Istimewa)

fin.co.id - National Basketball Association (NBA) kembali menghidupkan wacana besar, yang sebelumnya sempat mengemuka beberapa tahun lalu.

Rencananya, pihaknya akan membangun liga basket Eropa bergaya NBA yang ditargetkan akan mulai bergulir pada 2027. 

Dua nama besar langsung mencuri perhatian, diantaranya Real Madrid dan FC Barcelona, yang disebut punya peluang kuat menjadi peserta tetap dalam kompetisi baru.

Wakil Komisaris NBA, Mark Tatum, membeberkan gambaran awal proyek ambisius ini saat berbicara dalam konferensi Sports Business Journal (SBJ) Dealmakers. 

“Hampir seperti Liga Champions untuk bola basket di Eropa,” ujarnya seperti dikutip dari SBJ. “Jadi, brand seperti Real Madrid, Barcelona, Manchester City, PSG, atau AC Milan bermain basket. Itu ide yang sangat menarik,’’ ungkap Mark Tatum.

Menurut laporan The Athletic, format awal yang disiapkan mencakup 16 tim, dengan sekitar 10 hingga 12 klub memiliki status permanen.

Untuk tahap awal, NBA merencanakan musim “play-in” yang akan digelar terlebih dahulu pada 2027–2028, sebelum kompetisi penuh resmi diluncurkan pada musim 2028–2029.

NBA dan FIBA disebut telah mengidentifikasi sedikitnya 12 kota potensial sebagai basis tim permanen. Kota-kota tersebut meliputi Madrid, Barcelona, Milan, London, Paris, Berlin, Munchen, Athena, dan Istanbul. 

Kehadiran klub besar seperti Madrid dan Barcelona dianggap penting, karena membawa daya tarik global yang dibutuhkan untuk mendorong nilai komersial liga.

“Kompetisi ini bukan hanya akan relevan di Eropa, tetapi juga secara global, karena beberapa brand itu punya pengikut global yang luar biasa,” ucapnya.

Namun, langkah ekspansi besar NBA ini tidak serta-merta mendapat dukungan dari semua pihak. 

CEO EuroLeague, Paulius Motiejunas, mengkritik pendekatan NBA yang dinilai terlalu menonjolkan sisi komersialisasi dibanding visi kompetitif jangka panjang.

“Kami tidak memerlukan liga baru, dan saya khawatir ini justru merugikan basket Eropa jika tidak ada kolaborasi yang tepat,’’ kata Paulius Motiejunas. (*)

Tuahta Aldo
Tuahta Aldo
Penulis

Penulis FIN.CO.ID