fin.co.id - Avan Saputra selama ini dikenal sebagai salah satu nama yang selalu bisa diandalkan Satria Muda, meski perannya lebih sering datang dari bangku cadangan.
Posisi itu sangat wajar, mengingat ia selama bertahun-tahun berada di bawah sorotan Arki Dikania Wisnu, sosok utama di lini luar Satria Muda.
Namun, dua tahun terakhir menjadi titik balik dalam perjalanan Avan. Keputusannya untuk menghabiskan waktu berlatih di Amerika Serikat, membuatnya absen di musim IBL 2024.
Fans sempat mempertanyakan langkah tersebut, tetapi keputusan itu justru membuka lembaran baru.
Ketika kembali untuk musim 2025, Avan tidak lagi berdiri di tempat yang sama. Tanpa Arki yang telah hijrah ke Dewa United Banten, Avan mendapat porsi lebih besar.
Hasilnya terlihat jelas, ia mencatatkan 7,7 poin per game di musim reguler IBL 2025, angka tertingginya dalam enam musim terakhir bersama Satria Muda.
Baca Juga
Dari sisi efisiensi, Avan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Ia membukukan kontribusi tersebut hanya dalam 19,4 menit bermain per pertandingan dari total 23 gim.
Bahkan di babak Playoffs, performanya tetap stabil dengan rata-rata 6,3 poin per game.
Melihat grafik peningkatan itu, tidak mengherankan jika Kesatria Bengawan Solo menjadikannya sebagai perekrutan kunci untuk musim depan.
Kehadiran Avan diyakini bisa mengangkat daya saing tim, terlebih jika ia diplot sebagai bagian dari starter.
Baca Juga
Langkah ini juga menegaskan ambisi besar manajemen Kesatria Bengawan Solo, untuk memburu gelar juara IBL 2026.
Dengan pengalaman, perkembangan kualitas permainan, serta jam terbang yang semakin matang, Avan Saputra kini bukan lagi pemain pelapis.
Mantan pemain Satria Muda tersebut, berada dalam jalur menuju peran sentral di kancah bola basket Indonesia. (*)