Bola . 23/11/2025, 20:32 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
Meski sempat anjlok saat kalah 0-1 dari Chelsea dengan xG terburuk sepanjang sejarah klub di Premier League, secara permainan mereka masih sulit ditebak.
Namun, produktivitas masih menjadi kendala, hanya enam tim dengan total xG lebih rendah musim ini.
Secara rivalitas, Arsenal juga menguasai Derby London Utara belakangan ini, memenangkan lima dari enam pertemuan terakhir sejak 2022.
Jika menang lagi, The Gunners akan mencatat empat kemenangan beruntun atas Spurs di era Premier League.
Alih-alih kabar baik, Arsenal justru dilanda badai cedera jelang derby. Bek utama Gabriel Magalhaes terancam absen hingga akhir tahun akibat cedera hamstring saat memperkuat Brasil.
Riccardo Calafiori juga masih belum kembali berlatih, membuat kombinasi bek Mosquera dan Hincapié kemungkinan dipasang sejak menit awal.
Odegaard, Havertz, Martinelli, Gyokeres, dan Madueke juga diragukan tampil, sementara Gabriel Jesus masih pemulihan ACL meski telah kembali berlatih.
Di sisi lain, Spurs justru kedatangan banyak pemain kembali bugar. Pape Sarr, Lucas Bergvall, dan Randal Kolo Muani siap tampil, meski Kolo Muani harus bermain dengan pelindung wajah setelah cedera rahang. Kudus, Dragusin, dan Ben Davies juga sudah kembali berlatih.
Absensi utama Spurs hanya Solanke, Bissouma, Kulusevski, dan Maddison. Menariknya, ini akan menjadi derby pertama sejak 2014 tanpa Harry Kane maupun Son Heung-min, duo yang berkontribusi 27% gol Spurs melawan Arsenal di Premier League.
Duel dua tim spesialis bola mati akan jadi sorotan. Arsenal menjadi tim tersubur dari set-piece musim ini dengan 10 gol, sedangkan Spurs adalah tim paling sedikit kebobolan dari skema bola mati (2 gol).
Di tengah cedera dan rotasi, Arsenal masih unggul dalam kedalaman skuad dan kontrol pertandingan. Tottenham memiliki ancaman serangan balik, namun inkonsistensi build-up bisa jadi batu sandungan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media