Mulai dari Louis van Gaal, Jose Mourinho, Ole Gunnar Solskjær, hingga Erik ten Hag, semuanya kandas oleh tekanan yang sama.
Persaingan Liga Inggris Jauh Lebih Berat
Moyes menegaskan bahwa kegagalannya bukan semata-mata soal waktu, melainkan juga karena persaingan Liga Inggris semakin brutal dibanding era Ferguson.
“Ketika saya masuk, saya menyadari masalah di MU tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Persaingan sangat ketat. Berat sekali,” ungkap Moyes.
Ia menilai bahwa tim-tim lain telah berkembang pesat secara finansial, organisasi, hingga analisis taktik. Manchester United, menurutnya, tidak bergerak cukup cepat untuk mengikuti perubahan itu.
Mengapa Moyes Menyebut MU “Berubah Terlalu Cepat”?
Menurut Moyes, ada beberapa poin yang membuat MU kehilangan identitas:
1. Kesabaran terhadap pelatih menghilang
Baca Juga
Padahal Ferguson pernah menjalani awal buruk tapi tetap diberi kesempatan hingga membangun era kejayaan.
2. Pengembangan pemain muda tersendat
MU memang masih menghasilkan talenta seperti Marcus Rashford, Kobbie Mainoo, dan Garnacho, tapi prosesnya tidak lagi seteratur era Ferguson.
3. Tekanan jangka pendek terlalu besar
Setiap manajer dituntut juara instan, padahal membangun tim membutuhkan waktu bertahun-tahun.
4. Terlalu banyak pemain datang dan pergi