Momentum itu kemudian berlanjut di ajang Copa del Rey ketika Getafe tampil garang dengan kemenangan telak 11-0 atas Inter de Valdemoro, sebuah hasil yang menunjukkan kedalaman skuad dan agresivitas lini serang.
Kemenangan tandang atas Athletic Bilbao semakin menegaskan bahwa Getafe tetap menjadi lawan sulit, terutama ketika ritme permainan mereka sudah stabil.
Di sisi lain, Elche datang dengan catatan performa yang lebih fluktuatif.
Tim ini sempat mencuri perhatian setelah menahan imbang dua raksasa LaLiga, Real Madrid (2-2) dan Real Sociedad (1-1), menunjukkan bahwa mereka punya kapasitas bermain disiplin saat menghadapi tekanan.
Namun, kekalahan dari Barcelona dan Espanyol menandai inkonsistensi yang masih menjadi pekerjaan rumah.
Kemenangan meyakinkan 4-0 di Copa del Rey melawan UD Los Garres memberi sedikit kepercayaan diri, tetapi performa di liga tetap menjadi sorotan utama menjelang duel ini.
Baca Juga
Analisis Getafe: Kuat di Kandang, Rapih dalam Bertahan
Musim ini Getafe menunjukkan stabilitas ketika tampil di rumah sendiri.
Benteng pertahanan mereka yang dikomandani Domingos Duarte dan Djene menjadi alasan utama solidnya permainan Getafe.
Di lini tengah, Luis Milla berperan penting dalam menjaga tempo dan distribusi.
Untuk urusan gol, Borja Mayoral menjadi tumpuan utama dengan 4 gol dari 10 penampilan, sementara Adrian Liso turut membantu dengan 3 gol.
Baca Juga
Kekuatan Getafe terletak pada:
- Organisasi pertahanan yang disiplin
- Peluang dari situasi bola mati
- Transisi sayap yang cepat dalam formasi 4-4-2
Namun, penyelesaian akhir masih kerap menjadi masalah yang harus mereka benahi.