Persipura Jayapura di Liga 2: Nilai Skuad Rp37 M Jadi Senjata Mutiara Hitam Kunci Tiket Promosi

sport.fin.co.id - 04/12/2025, 09:17 WIB

Persipura Jayapura di Liga 2: Nilai Skuad Rp37 M Jadi Senjata Mutiara Hitam Kunci Tiket Promosi

Persipura Jayapura di Liga 2: Nilai Skuad Rp37 M Jadi Senjata Mutiara Hitam Kunci Tiket Promosi

Boaz Solossa telah bermain sebanyak delapan pertandingan dengan mencetak satu gol dan dua kali cetak assist. Boaz sudah 11 kali jadi pemain utama. Ia memiliki masa kontrak sampai 30 Juni 2026 bersama Persipura.

Era Emas dan Dominasi di Kasta Tertinggi

Nama Persipura mulai berkibar kencang dan mencapai puncak kedigdayaannya pada periode 2000-an hingga awal 2010-an. Selama kurun waktu tersebut, Mutiara Hitam menjelma menjadi kekuatan dominan yang sulit dikalahkan oleh tim manapun di Indonesia.

Mereka sukses meraih gelar juara Liga Indonesia (kasta tertinggi) sebanyak lima kali:

Gelar pertama mereka raih pada Divisi Utama Liga Indonesia tahun 2005.

Persipura kemudian mendominasi era Liga Super Indonesia (LSI), memenangkan gelar pada musim 2008–2009, 2010–2011, dan 2013.

Dominasi ini berlanjut saat mereka menjuarai Indonesia Soccer Championship A (ISC A) pada tahun 2016.

Selain lima gelar juara tersebut, mereka juga berhasil menempati posisi runner-up Liga Indonesia sebanyak empat kali. Fakta ini menegaskan konsistensi dan kualitas skuad mereka dari tahun ke tahun.

Salah satu kunci kesuksesan terpanjang Persipura tidak terlepas dari peran pelatih karismatik asal Brasil, Jacksen F. Tiago. Di bawah tangan dinginnya, Persipura meraih tiga gelar LSI.

Jacksen berhasil memaksimalkan potensi pemain-pemain Papua, memadukan kecepatan, teknik, dan visi bermain mereka menjadi sebuah mesin kemenangan yang tak terhentikan. Kekuatan utama Mutiara Hitam selalu terletak pada kombinasi serangan sayap yang cepat dan pergerakan gelandang yang sangat cair.

Degradasi dan Perjuangan Keras di Liga 2

Namun, roda nasib memang berputar. Setelah bertahun-tahun menjadi penguasa di kasta tertinggi (Liga 1), Persipura harus menelan pil pahit. Pada akhir musim Liga 1 2021/2022, Mutiara Hitam secara mengejutkan terdegradasi ke Liga 2, kasta kedua sepak bola Indonesia.

Peristiwa ini tentu menjadi tantangan besar, bahkan bisa disebut sebagai titik terendah dalam sejarah modern klub. Degradasi ini mengharuskan manajemen dan tim pelatih merombak strategi total. Mereka kini harus berjuang keras di Liga 2, sebuah kompetisi yang dikenal memiliki intensitas fisik tinggi dan tekanan mental yang besar karena hanya ada sedikit slot promosi ke Liga 1.

Meskipun demikian, semangat Mutiara Hitam tidak pernah padam. Mereka bertekad merebut kembali kejayaan mereka. Saat ini, Persipura fokus mempersiapkan diri dengan matang, menargetkan satu hal: kembali promosi ke Liga 1. (*#).

Ari Nur Cahyo
Ari Nur Cahyo
Penulis

Penulis FIN.CO.ID