Bola . 17/12/2025, 21:19 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Distribusi tiket dilakukan melalui federasi sepak bola masing-masing negara peserta, yang kemudian menyalurkannya langsung kepada para pendukung timnas mereka.
Artinya, WNI yang ingin menonton langsung Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, atau Meksiko tetap harus membeli tiket reguler dengan harga mahal.
Hal ini juga berlaku bagi suporter netral yang ingin menonton laga-laga besar tanpa mendukung negara tertentu.
Dengan skema tersebut, penggemar sepak bola Indonesia dipastikan tetap “kena getok” harga tiket jika ingin menyaksikan langsung Piala Dunia 2026.
Selain tiket pertandingan, WNI juga harus memperhitungkan biaya tambahan seperti tiket pesawat, akomodasi, transportasi lokal, hingga visa. Total biaya perjalanan bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung jumlah laga yang ditonton.
Terlepas dari polemik tiket, hingga saat ini 42 negara telah memastikan lolos ke Piala Dunia 2026. Masih tersisa enam tiket terakhir yang akan diperebutkan oleh 22 negara melalui babak play-off.
Babak play-off terbagi menjadi dua jalur, yakni:
Play-off kualifikasi zona Eropa, yang melibatkan 16 negara untuk memperebutkan empat tiket.
Play-off antarbenua, diikuti enam negara dari zona Asia, Afrika, CONMEBOL, CONCACAF, dan Oseania untuk memperebutkan dua tiket tersisa.
Piala Dunia 2026 sendiri akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan format 48 tim dan digelar di tiga negara sekaligus.
Meski FIFA sudah merilis tiket murah, kebijakan pembatasan ini memunculkan kritik baru. Banyak pihak menilai Piala Dunia semakin kehilangan esensinya sebagai pesta sepak bola global yang bisa diakses semua kalangan.
Bagi WNI dan suporter netral lainnya, Piala Dunia 2026 tampaknya masih akan menjadi hiburan mahal yang lebih nikmat ditonton dari layar kaca.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media