Karier Elkan Baggott di Persimpangan Jalan, Dulu Tolak Timnas Indonesia, Kini Merana di Ipswich Town!

sport.fin.co.id - 18/12/2025, 20:22 WIB

Karier Elkan Baggott di Persimpangan Jalan, Dulu Tolak Timnas Indonesia, Kini Merana di Ipswich Town!

Elkan Baggott saat menjalani persiapan bersama Timnas Indonesia.

Catatan tersebut menunjukkan bahwa kualitas Elkan belum sepenuhnya hilang. Namun, performa positif di level U-21 jelas belum cukup untuk membuka pintu tim utama, terutama di kompetisi profesional yang sarat persaingan.

Situasi ini terasa semakin ironis mengingat ekspektasi besar yang pernah melekat pada Elkan Baggott. Dengan postur 196 sentimeter, kaki kiri dominan, serta pengalaman bermain di Inggris, ia sempat diproyeksikan sebagai bek masa depan Timnas Indonesia.

Namun, dunia sepak bola profesional tidak hanya soal potensi. Konsistensi, momentum, dan keputusan karier menjadi faktor penentu—dan sejauh ini, ketiganya belum sepenuhnya berpihak pada Elkan.

Perjalanan Elkan bersama Timnas Indonesia juga penuh dinamika. Ia sempat menolak panggilan Timnas Indonesia senior pada Juni 2021 saat laga penentuan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia.

Keputusan itu menuai kritik luas. Meski demikian, Elkan akhirnya kembali mengenakan seragam Merah Putih pada periode November 2021 hingga Januari 2024, dan sempat menjadi bagian penting dari skuad.

Memasuki 2025, peluang Elkan kembali ke Timnas Indonesia sebenarnya masih terbuka. Pelatih Patrick Kluivert dikabarkan sempat mempertimbangkan namanya untuk laga melawan Australia dan Bahrain.

Namun, kesempatan itu kembali tidak diambil. Elkan memilih fokus membela klubnya saat itu, Blackpool FC. Keputusan tersebut lagi-lagi menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik.

Secara kontrak, masa depan Elkan di Ipswich Town sejatinya masih panjang. Ia terikat kontrak hingga 30 Juni 2028, dengan perpanjangan terakhir dilakukan pada Agustus 2025.

Nilai pasarnya saat ini berada di kisaran Rp3,48 miliar, angka yang menunjukkan bahwa Elkan masih dipandang sebagai aset potensial, meski jam terbang di level senior masih minim.

Lahir di Bangkok dari ibu Indonesia dan ayah Inggris, Elkan resmi memilih kewarganegaraan Indonesia pada 9 November 2021. Keputusan tersebut sempat membuatnya dicintai suporter Tanah Air.

Namun, rangkaian pilihan karier dan penolakan panggilan Timnas membuat hubungan itu naik turun, bahkan memicu perdebatan panjang di ruang publik.

Ipswich Town saat ini berkompetisi di Liga 2 Inggris, level yang sejatinya bisa menjadi panggung ideal bagi pemain seperti Elkan untuk unjuk kemampuan.

Sayangnya, hingga kini, ia masih berkutat di tim U-21. Kondisi tersebut menjadi pengingat keras tentang betapa ketat dan kejamnya persaingan sepak bola profesional.

Meski demikian, kisah Elkan Baggott belum selesai. Dengan usia yang relatif muda, peluang untuk bangkit tetap terbuka—asal ia mampu mengambil keputusan yang tepat di masa depan.

Publik Indonesia kini hanya bisa menunggu kelanjutan kisah sang bek jangkung. Apakah Elkan akan membuka lembaran baru bersama Timnas Indonesia, atau terus berjuang keluar dari bayang-bayang di Ipswich Town? Waktu yang akan menjawab. (*)

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID