Bola . 24/12/2025, 13:34 WIB
Penulis : Ari Nur Cahyo | Editor : Ari Nur Cahyo
fin.co.id - Timnas Aljazair akan mengawali langkah mereka di ajang Piala Afrika (AFCON) 2025 dengan menghadapi Sudan dalam laga pembuka Grup D. Pertandingan sengit ini akan berlangsung di Stadion Moulay Hassan, Maroko, pada Rabu 24 Desember 2025 malam pukul 22.00 WIB.
Bagi Aljazair dan Sudan, laga ini bukan hanya sekadar mengejar poin di Piala Afrika 2025. Melainkan panggung untuk menghapus memori kelam di turnamen sebelumnya.
Laga ini sekaligus menjadi pertemuan ulangan setelah kedua negara bentrok di ajang Piala Arab awal bulan ini. Kala itu, Aljazair dan Sudan harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol di lokasi yang sama. Namun, di panggung Piala Afrika, atmosfer dan pertaruhan tentu akan jauh lebih besar.
Tim berjuluk Desert Warriors memasuki turnamen ini dengan membawa beban ekspektasi yang tinggi. Pasalnya, Aljazair tampil sangat mengecewakan pada edisi AFCON 2024 silam. Saat itu, secara mengejutkan mereka terjerembap di dasar klasemen Grup D dengan hanya mengantongi dua poin. Kegagalan tersebut menjadi tamparan keras bagi salah satu kekuatan sepak bola terbesar di benua hitam ini.
Meski sempat tersingkir di perempat final Piala Arab melalui drama adu penalti melawan UEA, anak asuh Vladimir Petkovic memiliki modal yang sangat solid. Aljazair baru saja memastikan tiket menuju Piala Dunia 2026 dengan performa yang mengerikan. Mereka mengoleksi 25 poin dari 10 laga kualifikasi dan memimpin puncak klasemen Grup G dengan selisih tujuh angka dari pesaing terdekatnya.
Statistik menunjukkan bahwa Aljazair merupakan tim yang sangat sulit untuk lawan taklukkan. Sejak awal September, mereka tidak terkalahkan dalam sembilan dari 10 pertandingan terakhir di semua kompetisi. Rekor mentereng berupa tujuh kemenangan dan dua hasil imbang membuktikan bahwa kolektivitas tim asuhan Petkovic telah kembali ke jalur yang benar.
Sudan Berjuang Melawan Tren Negatif
Di sisi lain, Sudan kembali ke panggung Piala Afrika untuk pertama kalinya sejak tahun 2021. Tim asuhan James Kwesi Appiah ini harus bersusah payah untuk menembus putaran final. Mereka memastikan tempat di ajang ini setelah finis sebagai runner-up Grup F di fase kualifikasi, hanya unggul tipis satu poin dari Niger yang berada di posisi ketiga.
Namun, kondisi Sudan saat ini terpantau kurang ideal. Mereka datang ke Maroko dengan bekal penampilan buruk di Piala Arab, di mana mereka terdampar di dasar Grup D setelah hanya meraih satu poin dari maksimal sembilan poin. Konsistensi menjadi masalah utama bagi tim berjuluk Sekretaris Nil ini.
Statistik mencatat Sudan gagal memenangkan sembilan dari 10 pertandingan kompetitif terakhir mereka. Ironisnya, mereka menelan tujuh kekalahan dan hanya sanggup memaksakan dua hasil imbang sejak Agustus lalu. Kwesi Appiah harus memutar otak lebih keras agar lini pertahanannya tidak menjadi bulan-bulanan para penyerang cepat Aljazair.
Head-to-Head dan Catatan Pertemuan
Sejarah mencatat rivalitas kedua tim berlangsung cukup ketat meskipun Aljazair sedikit lebih dominan. Dari delapan pertemuan terakhir, Aljazair mengemas tiga kemenangan, sementara Sudan mencatatkan dua kemenangan. Tiga pertandingan sisanya berakhir dengan skor sama kuat.
Analisis Taktik dan Prediksi Skor
Vladimir Petkovic kemungkinan besar akan menerapkan gaya bermain agresif sejak menit pertama untuk mengincar gol cepat. Aljazair akan mengandalkan kreativitas lini tengah untuk menyuplai bola ke sektor sayap. Kecepatan pemain sayap Aljazair diprediksi akan merepotkan fullback Sudan yang sering kali terlambat menutup ruang.
Sementara itu, Sudan diperkirakan akan bermain lebih pragmatis dengan menumpuk banyak pemain di area pertahanan sendiri. Mereka akan menunggu momen serangan balik atau memanfaatkan situasi bola mati untuk mencuri gol. Namun, melihat jomplangnya statistik performa kedua tim dalam setahun terakhir, Sudan butuh keajaiban untuk menumbangkan sang raksasa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media