fin.co.id - Pemerintah Gabon telah mengambil tindakan keras terhadap tim sepakbola nasionalnya menyusul penampilan buruk mereka di Piala Afrika (AFCON).
Pemerintah negera itu menjauhi sanksi terhadap timnas mereka dengan menskors seluruh tim, dan mengecualikan pemain andalan yakni Pierre-Emerick Aubameyang. Bukan saja itu, pemerintah juga memecat pelatih kepala Thierry Mouyouma dan seluruh staf pelatihnya.
Timnas Gabon adalah tim kedua yang tersingkir dari AFCON yang sedang berlangsung di Maroko setelah kekalahan beruntun dalam dua pertandingan pembuka mereka. Pertama kalah 1-0 dari tetangga dan rival mereka, Kamerun, lalu kalah 3-2 melawan Mozambik, negara yang tidak diunggulkan.
Kampanye babak penyisihan grup mereka yang menyedihkan berakhir dengan kekalahan ketiga pada hari Rabu, ketika mereka unggul 2-0 melawan juara bertahan Pantai Gading sebelum menyerah dan kalah 3-2, kehilangan kesempatan untuk menebus kesalahan.
Pemerintah negara itu telah merespons dengan keras, mengumumkan pada hari Rabu 31 Desember 2025 -- melalui siaran televisi langsung -- serangkaian tindakan tegas yang diambil terhadap penampilan timnasnya.
"Mempertimbangkan dampak yang beragam, yang merupakan antitesis dari nilai-nilai etika dan teladan yang dianut oleh Republik Kelima, pemerintah telah memutuskan untuk membubarkan staf teknis, menangguhkan tim nasional hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan mengecualikan pemain Bruno Ecuélé Manga dan Pierre-Emerick Aubameyang," demikian Menteri Olahraga Gabon, Simplice-Desire Mamboula, membacakan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pers televisi.
Baca Juga
"[Federasi Sepak Bola Gabon] diundang untuk bertanggung jawab penuh," tambah pernyataan itu.
Gabon adalah salah satu dari tiga tim -- bersama Botswana dan Guinea Khatulistiwa -- yang tersingkir dari AFCON tanpa meraih satu poin pun.