fin.co.id - Rajawali Medan menutup musim IBL 2025 dengan catatan pahit, dari total 26 pertandingan, mereka hanya mampu mengamankan tiga kemenangan dan harus puas menjadi juru kunci klasemen akhir liga.
Rekor 3–23 jelas bukan hasil yang diharapkan, terutama bagi tim yang sempat menjanjikan di musim debutnya.
Meski demikian, masa jeda kompetisi dimanfaatkan Rajawali untuk berbenah.
Alih-alih larut dalam keterpurukan, manajemen justru menunjukkan sinyal kuat untuk bangkit.
Target mereka tidak lagi sekadar memperbaiki performa, melainkan menembus zona playoffs pada musim 2026.
Jika menilik ke belakang, Rajawali sebenarnya sempat tampil kompetitif di musim 2024. Pada musim perdananya di IBL, tim asal Medan ini nyaris lolos ke babak playoffs setelah finis di posisi kesembilan.
Baca Juga
Namun, performa mereka anjlok drastis setahun berselang hingga terlempar ke peringkat ke-14 pada musim 2025. Kondisi tersebut, membuat manajemen yang dipimpin Tan Cin Kiet melakukan evaluasi besar-besaran.
Presiden Klub Erwin bersama General Manager Jimmy akhirnya mengambil langkah strategis, dengan menunjuk Efri Meldi sebagai head coach baru, sekaligus menandai dimulainya proyek rebuild Rajawali Medan.
Menariknya, Rajawali tidak melakukan bongkar total. Beberapa pilar utama tetap dipertahankan, seperti Andrian Danny Christianto, Darryl Sebastian Winata, Jordan Oei, dan Julius Caesar Wongso.
Keputusan ini diambil demi menjaga fondasi tim sekaligus kontinuitas permainan. Sorotan justru tertuju pada masuknya sejumlah pemain lokal baru, yang memperkuat kedalaman skuad.
Baca Juga
Nama-nama seperti Gede Elgi Wimbardi, Jason Prawira Djaja Atmaja, Leonardo Effendy, Samuel Devin Susanto, hingga Yeremia resmi menjadi bagian dari Rajawali untuk musim depan.
Sebagian dari mereka bukan sosok asing bagi Efri Meldi, beberapa pemain tersebut pernah bekerja sama dengannya saat membela Bima Perkasa Jogja maupun Kesatria Bengawan Solo.
Dua tim tersebut, diketahui sebelumnya berada di bawah arahan pelatih berpengalaman tersebut.
Di sektor pemain asing, Rajawali juga bergerak agresif. Mereka mendatangkan Brandone Francis dan Antonio Hester, duo yang pernah tampil solid bersama Prawira Bandung.
Sementara satu slot lainnya diisi oleh Ater Majok, pemain berpengalaman yang dikenal sebagai penggawa tim nasional Lebanon.