Bola . 11/01/2026, 18:29 WIB
Penulis : Sahroni | Editor : Sahroni
Lebih dari sekadar trofi, keberhasilan ini juga berpotensi membuka jalan kembali ke kompetisi Eropa.
Piala FA pun bisa menjadi fondasi penting bagi proyek jangka panjang pelatih anyar yang akan ditunjuk manajemen klub.
Berbanding terbalik dengan Manchester United, Brighton belum pernah mencicipi gelar Piala FA. Namun, perkembangan mereka dalam beberapa musim terakhir menjadikan ambisi tersebut terasa realistis.
Brighton dikenal solid di babak ketiga Piala FA, dengan 14 kemenangan dari 16 laga terakhir.
Sejak kekalahan mengejutkan dari Sheffield Wednesday pada musim 2019-2020, mereka selalu lolos dari fase ini dan bahkan mencapai semifinal musim 2022-2023 serta perempat final musim lalu.
Meski menahan Manchester City, performa Brighton secara keseluruhan belum sepenuhnya stabil.
Mereka hanya meraih satu kemenangan dalam delapan pertandingan terakhir di semua kompetisi.
Rekor tandang juga menjadi catatan penting, karena Brighton hanya meraih satu kemenangan di laga tandang sejak Oktober, termasuk kekalahan 4-2 dari Manchester United di Old Trafford.
Manchester United mendapat tambahan kekuatan dengan kembalinya Bruno Fernandes dan Kobbie Mainoo dari cedera.
Matthijs de Ligt dipastikan absen, sementara beberapa pemain lainnya masih memperkuat negaranya di Piala Afrika.
Mainoo berpeluang kembali ke lini tengah, sementara Matheus Cunha mengincar rekor langka dengan potensi mencetak gol di lima pertandingan Piala FA secara beruntun.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media