Bola . 21/01/2026, 19:00 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Politisi senior dari Partai Uni Demokrat Kristen (CDU), Juergen Hardt, menjadi salah satu tokoh yang paling vokal menyuarakan sikap tegas terhadap Amerika Serikat.
Hardt mengusulkan agar Timnas Jerman mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 sebagai langkah tekanan politik terakhir terhadap Trump.
“Pembatalan keikutsertaan di turnamen Piala Dunia 2026 hanya akan dipertimbangkan sebagai upaya terakhir untuk membuat Presiden Trump mempertimbangkan kembali masalah Greenland,” ujar Hardt dalam wawancara dengan BILD yang dikutip Sports Illustrated.
Meski begitu, Hardt tetap optimistis bahwa solusi diplomatik masih bisa dicapai.
“Kami yakin bahwa kami akan mencapai pemahaman bersama tentang keamanan di dalam NATO terkait Greenland,” tambahnya.
Wacana boikot ini ternyata mendapat respons cukup besar dari masyarakat Jerman. Media BILD melakukan jajak pendapat dan hasilnya menunjukkan bahwa 47 persen warga Jerman mendukung langkah boikot Timnas Jerman di Piala Dunia 2026.
Angka ini mencerminkan adanya perpecahan opini publik antara idealisme politik dan kecintaan terhadap sepak bola.
Menariknya, di tengah polemik tersebut, antusiasme publik Jerman terhadap Piala Dunia 2026 tetap tinggi. FIFA mengumumkan bahwa hingga 14 Januari, telah masuk lebih dari 500 juta permintaan tiket untuk turnamen tersebut.
Jerman berada di peringkat keempat dunia dalam jumlah permohonan tiket terbanyak, menandakan besarnya minat masyarakat meski isu boikot mencuat.
Timnas Jerman sendiri tergabung di Grup E bersama Curacao, Pantai Gading, dan Ekuador. Beberapa laga akan digelar di Houston, East Rutherford, New Jersey, serta Toronto, Kanada.
Namun, laga fase grup Jerman tidak masuk dalam daftar pertandingan paling diminati, yang didominasi laga-laga seperti Meksiko vs Korea Selatan, Meksiko vs Afrika Selatan, babak 32 besar di Toronto, dan final Piala Dunia di New Jersey. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media