fin.co.id - Campur tangan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) disebut menjadi faktor kunci yang menyelamatkan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dari ancaman pengambilalihan penuh oleh FIFA.
Di tengah tekanan berat dan ancaman sanksi internasional, pengunduran diri massal anggota Komite Eksekutif (Exco) FAM dinilai sebagai satu-satunya jalan keluar untuk menghindari kudeta FIFA.
Langkah ekstrem tersebut, menurut laporan media lokal, merupakan saran langsung dari AFC agar federasi Malaysia masih diberi kesempatan melakukan pembenahan internal.
Mundurnya para anggota Exco FAM dianggap sebagai bentuk “pengorbanan politik” demi menyelamatkan masa depan sepak bola Malaysia.
Jika para pengurus tetap bertahan, FIFA disebut siap menjatuhkan sanksi berat berupa penangguhan federasi dan pengambilalihan penuh oleh komite normalisasi.
Baca Juga
AFC, bersama seorang sumber yang disebut dekat dengan FIFA namun tidak ingin disebutkan namanya, dikabarkan bekerja keras agar Malaysia tidak menerima hukuman paling ekstrem.
Salah satu syarat mutlaknya adalah Exco FAM harus lengser secara sukarela.
“Tujuannya adalah untuk menunjukkan kepada FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) bahwa FAM mampu melakukan koreksi diri,” ujar seorang sumber yang dikutip media setempat.
“Jika pengurus tetap menjabat dan sanksi penangguhan dijatuhkan, FAM akan kehilangan kendali sepenuhnya. Dengan mengundurkan diri sekarang, mereka secara efektif memulai kembali dari awal sesuai keinginan mereka sendiri,” lanjutnya.
Baca Juga
Media terkemuka Malaysia, New Straits Times (NST), melaporkan bahwa pengunduran diri kolektif anggota Exco FAM diperkirakan akan dilakukan paling cepat pekan depan.
“Komite eksekutif Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) diperkirakan akan mengajukan pengunduran diri kolektif paling cepat minggu depan,” tulis NST.com.my dalam laporannya.
Bahkan, laporan yang sama menyebutkan bahwa konferensi pers pengunduran diri massal Exco FAM dijadwalkan paling lambat pada 28 Januari. Momentum ini disebut sebagai titik balik dalam krisis terbesar sepak bola Malaysia dalam satu dekade terakhir.
Dua pekan lalu, situasi internal FAM dilaporkan memanas. Setidaknya 13 pejabat federasi menggelar rapat mendadak di sebuah hotel di Malaysia, membahas langkah darurat untuk menghindari sanksi FIFA dan AFC.
Awalnya, terdapat perbedaan pandangan di internal Exco. Sebagian kecil pengurus dikabarkan menolak mundur karena menilai langkah tersebut terlalu ekstrem. Namun, tekanan dari risiko sanksi internasional membuat sikap mayoritas berubah.