fin.co.id - Manajer Arsenal, Mikel Arteta, secara terbuka menyuarakan permohonan kepada Premier League agar mengubah aturan jumlah pemain dalam skuad pertandingan. Ia menilai regulasi saat ini tidak lagi sejalan dengan tuntutan sepak bola modern, terutama jika dibandingkan dengan Liga Champions yang mengizinkan klub membawa hingga 23 pemain, termasuk penjaga gawang cadangan.
Dalam sistem Premier League saat ini, klub hanya diperbolehkan mendaftarkan 20 pemain untuk satu pertandingan, dengan sembilan pemain cadangan dan maksimal lima pergantian pemain. Bagi Arteta, batasan tersebut menciptakan dilema psikologis yang serius, bukan hanya dari sisi taktik, tetapi juga dari sisi kemanusiaan dan kesejahteraan mental pemain.
Dampak Psikologis Pemain yang Ditinggalkan
Arteta secara gamblang menjelaskan bahwa setiap pekan dirinya harus membuat keputusan sulit dengan meninggalkan dua atau tiga pemain dari skuad pertandingan. Menurutnya, keputusan itu sering kali tidak berkaitan dengan performa, melainkan murni akibat regulasi yang membatasi jumlah pemain.
“Pada akhirnya, ada dua atau tiga pemain yang harus keluar dari skuad. Itu kenyataan yang tidak bisa saya ubah,” ujar Arteta, yang kutipannya disampaikan dalam laporan BBC dan telah diterjemahkan secara kontekstual ke dalam bahasa Indonesia.
Ia menambahkan bahwa bagi pemain profesional, tidak masuk skuad pertandingan memiliki dampak emosional yang besar. Seorang pemain bukan hanya kehilangan kesempatan bermain, tetapi juga kehilangan rasa memiliki terhadap tim. Dalam pandangan Arteta, hal tersebut bisa memengaruhi kepercayaan diri, motivasi, hingga nilai pasar seorang pemain di masa depan.
Baca Juga
Perbandingan dengan Liga Champions
Dalam permohonannya, Arteta secara eksplisit meminta Premier League meniru format Liga Champions. Di kompetisi Eropa tersebut, klub diperbolehkan membawa 23 pemain dalam satu pertandingan, memberikan fleksibilitas lebih besar bagi pelatih dalam mengelola skuad.
“Saya memohon agar aturannya seperti di Liga Champions, karena itu jauh lebih baik untuk mengelola tim, menjaga nilai pemain, dan menjaga kesehatan mental mereka,” kata Arteta.
Menurutnya, keberadaan pemain di bangku cadangan atau dalam skuad pertandingan, meskipun tidak bermain, tetap penting secara psikologis. Pemain merasa dilibatkan, merasa dipercaya, dan tetap memiliki harapan untuk berkontribusi.
Jadwal Padat dan Tuntutan Fisik yang Meningkat
Premier League saat ini dikenal sebagai salah satu liga dengan intensitas tertinggi di dunia. Arsenal sendiri telah memainkan puluhan pertandingan di berbagai kompetisi, termasuk liga domestik, piala nasional, dan kompetisi Eropa. Arteta menilai pembatasan jumlah pemain justru bertentangan dengan realitas jadwal yang semakin padat.
Baca Juga
Ia menegaskan bahwa tuntutan fisik dan emosional dalam sepak bola modern terus meningkat. Kecepatan permainan, intensitas pressing, serta tekanan kompetitif membuat risiko kelelahan dan cedera semakin tinggi. Dalam konteks ini, membatasi jumlah pemain yang bisa masuk skuad dinilai tidak masuk akal.
“Permintaan dalam pertandingan semakin besar, tetapi aturannya justru dibatasi,” ujar Arteta dalam pernyataan yang dilaporkan BBC.