fin.co.id - Persita Tangerang dipaksa menyerah dari tuan rumah Semen Padang pada pekan ke-20 Liga 1 musim ini. Gol tunggal "Kabau Sirah" yang lahir dari titik putih melalui eksekusi Diego Mauricio di pengujung laga menutup skor 0-1 pada laga yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Minggu, 8 Februari 2026.
Namun, kemenangan tuan rumah menyisakan kekecewaan mendalam bagi kubu tim tamu. Pelatih Persita, Carlos Pena, tak mampu menyembunyikan kegeramannya atas keputusan wasit yang memberikan penalti di masa injury time. Ia menilai pertandingan tersebut seharusnya berakhir imbang tanpa gol mengingat minimnya peluang bersih dari kedua belah pihak.
"Bagi saya, itu penalti yang sangat meragukan. Sepanjang laga, tidak banyak peluang terbuka tercipta, baik bagi kami maupun Semen Padang. Tapi wasit memutuskan sebaliknya. Bahkan Diego Mauricio (pencetak gol) sempat berkata setelah laga bahwa itu bukan penalti," ujar Pena dalam konferensi pers usai pertandingan.
Pena menyayangkan hilangnya satu poin krusial yang sudah di depan mata. Ia juga menyinggung tentang kualitas kepemimpinan wasit di liga yang menurutnya tidak mengalami perkembangan signifikan sepanjang musim.
"Klub mungkin akan melakukan sesuatu (protes resmi), tapi saya merasa itu akan sia-sia. Sangat mengecewakan karena poin kami hilang akibat keputusan seperti itu. Kejadian ini terus berulang," tambahnya.
Kebuntuan Strategi
Baca Juga
Persita sebenarnya mencoba bermain taktis. Di babak pertama, Pendekar Cisadane cenderung menunggu dan membiarkan Semen Padang menguasai bola untuk mencari celah lewat serangan balik. Memasuki babak kedua, kendali permainan sempat berpindah ke tangan Persita, namun disiplinnya lini pertahanan Semen Padang membuat usaha Muhammad Toha dan kawan-kawan menemui jalan buntu.
Kapten Persita, Muhammad Toha, mengungkapkan bahwa seluruh pemain telah berjuang habis-habisan selama lebih dari 95 menit.
"Ini bukan hasil yang kami mau. Kami berjuang sampai menit akhir untuk mempertahankan skor, tapi penalti di pengujung laga merusak segalanya. Kami ingin segera bangkit dan kembali ke tren positif di laga kandang selanjutnya," tegas Toha.
Kekalahan ini memaksa Persita untuk segera melakukan evaluasi total sebelum menghadapi pertandingan berikutnya. Pena berjanji timnya akan memberikan 100 persen kemampuan untuk menebus poin yang hilang. "Ini bukan awal putaran yang baik, tapi kami tidak akan menyerah," pungkasnya.