Meski De Bruyne saat ini masih dalam proses pemulihan cedera panjang dan fokus pada target jangka panjang menuju Piala Dunia 2026, kehadirannya tetap menjadi nilai tambah yang bisa memengaruhi keputusan Sterling.
Gaji Tinggi Jadi Hambatan Utama
Meski status bebas transfer membuat Sterling tampak sebagai peluang ideal, kendala terbesar justru terletak pada gaji.
Selama bermain di Premier League, Sterling dilaporkan menerima bayaran sekitar 19 juta euro per musim.
Angka tersebut dianggap terlalu tinggi bagi struktur gaji Napoli dan sebagian besar klub Serie A.
CalcioMercato menegaskan bahwa Napoli hanya akan mempertimbangkan langkah lebih lanjut jika Sterling bersedia menerima pemotongan gaji yang signifikan.
Situasi ini mirip dengan yang dihadapi Kevin De Bruyne, di mana kepindahan ke Italia menuntut kompromi besar dalam aspek finansial.
Baca Juga
Menunggu Prioritas Sterling
Napoli tidak menutup kemungkinan untuk membuka kembali pembahasan di kemudian hari.
Semuanya bergantung pada prioritas Sterling, apakah ia lebih memilih mempertahankan standar gaji tinggi atau mengutamakan kesempatan untuk kembali bermain secara reguler di level tertinggi Eropa.
Jika hasrat untuk kembali ke lapangan menjadi faktor utama, peluang menuju Serie A, termasuk Napoli, bisa kembali terbuka.
Namun hingga keputusan itu diambil, klub memilih menunggu dan mengamati dinamika pasar.
Baca Juga
Kesimpulan
Ketertarikan Napoli terhadap Raheem Sterling mencerminkan dinamika bursa transfer modern.
Status bebas transfer memang menawarkan peluang besar, tetapi faktor finansial tetap menjadi penentu utama.