Bola . 15/02/2026, 18:35 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Hati-hati, Premier League leaders sedang terluka! Arsenal bersiap kembali ke panggung FA Cup dengan misi besar menghapus kutukan putaran keempat. Akhir pekan ini, Emirates Stadium akan menjadi saksi reuni emosional antara Arsenal melawan Wigan Athletic pada Minggu malam. Mengingat memori semifinal 2013-14 yang legendaris, mampukah sang pemuncak klasemen Liga Inggris menghindari kejutan pahit dari tim kasta ketiga?
Langkah pasukan Mikel Arteta di kompetisi ini dimulai dengan sangat meyakinkan. Mereka sukses melumat Portsmouth dengan skor telak 4-1. Namun, publik London Utara sedang sedikit cemas. Hasil imbang 1-1 melawan Brentford Kamis malam lalu membuat keunggulan mereka atas Manchester City di puncak klasemen terkikis menjadi hanya empat poin. Pertanyaannya, apakah Arsenal mulai "habis bensin" atau ini hanya kerikil kecil menuju gelar juara?
Satu hal yang wajib diwaspadai Wigan adalah keganasan Arsenal dalam bola mati. Gabriel Martinelli menjadi bintang utama saat melawan Portsmouth dengan torehan hat-trick luar biasa. Fakta menariknya, seluruh gol Arsenal di putaran ketiga lahir dari skema bola mati. Hal ini menobatkan Meriam London sebagai tim paling mematikan dalam situasi dead-ball di kompetisi musim 2025-26.
Meski begitu, Arteta harus memutar otak karena badai cedera mulai menghantam. Kapten Martin Odegaard diragukan tampil setelah mengalami masalah pada lututnya, sementara bek andalan William Saliba sempat absen karena sakit. Namun, kedalaman skuad Arsenal tetap mengerikan bagi tim sekelas Wigan.
"Piala FA selalu memberikan cerita unik, tapi kami kembali ke rumah dengan ambisi besar. Menghadapi tim seperti Wigan yang punya sejarah mengejutkan di kompetisi ini, kami harus tetap waspada dan klinis," ungkap salah satu staf kepelatihan yang optimis menyambut laga ini.
Di sisi lain, Wigan Athletic datang ke London dengan kondisi yang sangat memprihatinkan. Meskipun mereka sempat memberikan kejutan besar dengan menyingkirkan tim Championship, Preston North End, lewat gol tunggal Harrison Bettoni, performa mereka setelah itu terjun bebas. The Latics gagal memenangkan enam pertandingan terakhir mereka di League One, termasuk kekalahan memalukan 6-1 dari Peterborough United.
Krisis ini berujung pada pemecatan pelatih Ryan Lowe. Saat ini, Wigan dikomandoi oleh pelatih interim Glenn Whelan dan Graham Barrow. Bayang-bayang degradasi ke kasta keempat menghantui tim yang pernah menjuarai FA Cup 2012-13 ini. Apakah laga melawan Arsenal akan menjadi titik balik atau justru menjadi mimpi buruk tambahan bagi fans Wigan?
Mikel Arteta diprediksi akan melakukan rotasi besar-besaran untuk menjaga kebugaran pemain intinya. Nama-nama seperti Mikel Merino, Kai Havertz, dan pemain muda berbakat Max Dowman dipastikan absen karena cedera. Namun, ini menjadi kesempatan emas bagi Kepa Arrizabalaga untuk unjuk gigi di bawah mistar gawang.
Pemain muda Myles Lewis-Skelly dan rekrutan anyar Christian Norgaard kemungkinan besar akan masuk dalam daftar starting XI. Di lini depan, Gabriel Jesus diharapkan bisa menjadi mentor bagi Gabriel Martinelli untuk kembali merobek jala lawan.
Wigan sendiri akan mengandalkan kiper Sam Tickle, yang menariknya merupakan mantan target transfer Arsenal. Jika Tickle mampu tampil gemilang seperti Lukasz Fabianski di masa lalu, bukan tidak mungkin Wigan bisa mencuri perhatian di Emirates.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNPos.id
PT.Portal Indonesia Media